Bambu Pelangi, sebuah inspirasi

Seperti yang sudah aku tulis di cerita sebelumnya (Kota Tua), aku langsung ke Bambu Pelangi untuk mengajar. Sampai di sana aku terlambat. Adik-adik yang tidak mendapat pengajar, ditugasi oleh Didit untuk membuat suatu karya. Inilah beberapa tulisan yang aku salin, selamat membaca:

IBU

Ibu, kaulah ibuku

Kaulah yang telah mengandungku

dan kaulah yang telah melahirkanku

dari kecil hingga besar

Kaulah yang telah menyayangiku

dan kaulah yang telah memeliharaiku

Kau memang benar-benar ibuku

yang sangat menyayangi anaknya

hingga kau telah mempunyai anak lagi

Dan aku memang harus menghormati ibuku

Sebagai pembalas budi yang telah dikerjakan ibuku

Karya: Galuh P.

Puisi

Debi Ngambeg

pengen ke harmoni

tapi engga boleh sama mama

soalnya mama

engga punya duit

Karya: Debi


Iklan

LCC Bambu Pelangi

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu untuk menulis. 🙂

Izinkan aku bercerita lagi ya tentang adik-adik lapak tempat aku berbagi ilmu (lih. Lapak Sayang).

Setelah libur semester yang menyebabkan kami tidak dapat mengajar di Lapak Bambu Pelangi, kami mulai aktif lagi mengajar. Namun sayang sekali, entah mengapa minat belajar adik-adik mulai menurun. Selama beberapa minggu, adik-adik yang datang untuk belajar di Lapak Bambu Pelangi sedikit saja. Bahkan pernah yang datang kurang dari lima orang. Padahal biasanya rame sekali, belasan bahkan puluhan adik-adik yang datang sampai kami kebingungan berbagi tugas.

Sepinya Lapak Bambu Pelangi juga menjadi perhatian teman-teman Interaction yang lain. Hingga pada suatu pertemuan, masalah tersebut dibahas. Kami para staf bidang Lapak diharapkan bisa menyelenggarakan suatu acara yang dapat merangsang minat adik-adik untuk belajar lagi di Lapak Bambu Pelangi.

Setelah dibicarakan dengan teman-teman bidang Lapak yang lain, kami memutuskan akan mengadakan lomba cerdas cermat. Kami harap lomba ini mampu menarik minat adik-adik untuk belajar. Panitia pun dibentuk. Ada yang mengurusi masalah snack, hadiah, perkap, dan soal. Kebetulan aku dan Ika termasuk tim pembuat soal. Rencananya lomba ini akan terbagi menjadi tiga babak, yaitu babak I-soal wajib, babak II-soal lemparan, dan babak III-soal rebutan. InsyaAllah lomba ini akan dilaksanakan tanggal 9 April 2011.

Ternyata lomba tidak dapat kami laksanakan tepat waktu. Tanggal 10 April 2011, pengurus Mushola Al Falah (mushola yang ada di dekat lapak, Interaction juga) mengadakan acara jalan-jalan ke Ragunan. Dari pada tidak efektif karena terlalu banyak acara di luar belajar, lomba kami undur tanggal 16 April 2011.

Mendekati hari-H, aku hampir saja lupa. Soal yang harus aku buat untuk lomba itu belum aku siapkan karena padatnya acara di kampus. Aku dan Ika baru mulai menyusun soal hari Kamis sebelum lomba.

Pada hari Jum’at setelah jumatan, aku dan Ika menyelesaikan paket-paket soal untuk tiap-tiap babak. Setelah itu kami bersama mas Dian, Yeni, dan Didit menyusun rencana untuk lomba besok sorenya. Makanan siap, hadiah siap, soal siap, tenaga pengangkut siap. Tak sabar rasanya menunggu hari Sabtu. O iya, lomba akan diadakan hari Sabtu pukul 16.00.

Hari yang dinanti pun tiba. Pagi hari aku ke kampus menemui Ika untuk mengambil printout soal. Setelah aku fotokopi, aku memasukkan paket-paket soal ke dalam beberapa amplop. Nomor-nomor yang akan digunakan untuk mengundi soal pun aku siapkan. Semua aku masukkan tas, siap untuk berangkat. Karena masih ada sedikit waktu, aku tidur dulu.

Tiba-tiba aku dibangunkan oleh Ayu dengan nada panik.

“Wi, liat deh langitnya. Mendungnya ngeri banget, kayaknya mau hujan ni. Gimana?”

Seketika kesedihan merayap. Rencana yang sudah tersusun rapi terhalangi oleh cuaca yang tidak mendukung. Dengan sedih mas Dian mengumumkan kalau acara Lomba Cerdas Cermat ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Setelah melalui perundingan kilat via SMS, diputuskan Lomba Cerdas Cermat akan dilaksanakan keesokan harinya, Minggu, 17 April 2011 pukul 7. Aku berharap semoga ini yang terbaik.

Alhamdulillah, keesokan harinya tidak hujan. Namun sayangnya, lapak yang biasa kami pakai kotor oleh lumpur yang disebabkan oleh hujan sore sebelumnya. Karena lumpur itu susah dibersihkan, kami memutuskan untuk memakai mushala Al Falah.

Ternyata adik-adik banyak yang datang. Setelah mempersiapkan semua alat dan membagi kelompok, lomba kami mulai.

Yang bermain adalah tiga kelompok, masing -masing 5 orang. Di kelompok A ada Nasiyah, Chacha, Lilis, Niis, dan Fiya. Di kelompok B ada Galuh, Mahmudah, Ayu, Ratna, dan Debi. Sedangkan di kelompok C ada Teguh, Akbar, Agung, Anam, dan Soleh.

Lomba berjalan lancar. Aku dan Ayu bertugas membacakan soal, mas Dian mengawasi, Didit sebagai skorer, dan mbak Ratna sebagai dokumentator. Senang sekali melihat antusias mereka menjawab soal.

Akhirnya lomba dimenangkan oleh kelompok C. Juara kedua kelompok A, dan kelompok B juara tiga. Selesai lomba, kami membagikan makanan. Ada salah satu anak kecil, adiknya dik Ayu, yang susah mau makan jelly. Aku suapi saja dia. Lucu sekali, jadi pengen punya adik kecil ni.. hehe

Setelah acara makan-makan, waktunya penyerahan hadiah kepada para juara, mas Dian untuk juara 1, aku untuk juara 2, dan Ayu untuk juara 3. Bagi adik-adik yang tidak ikut lomba, masih ada hadiah hiburan juga.

Aku bersyukur lomba diadakan hari Minggu pagi. Dengan begitu acara lebih leluasa tanpa khawatir waktunya tidak cukup. 🙂

Namun kawan, ada yang menyayat hati juga. Biasanya aku kalau ada acara apa pun, sampah-sampah yang berserakan langsung aku masukkan plastik lalu dibuang. Adik-adik di sana lain. Mereka menyisihkan sampah-sampah plastik yang masih bisa dijual. Trenyuh..

Terucap doa, semoga mereka dapat menjadi anak-anak yang pintar dan saleh, serta berbakti, sehingga kelak mereka bisa menjadi pembaik kehidupan orang tua dan lingkungannya.

Demikian ceritaku tentang lapak kami, Lapak Bambu Pelangi.

Wassalamu’alaykum

Renungan di Bawah Langit Malam

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillah…

Suatu malam di tempat kosku di Tangerang. Karena tidak ada kegiatan, akhirnya aku duduk-duduk saja di atas genteng tetangga sambil memandang langit malam.

Sepi, tenang, gelap, bahkan semilir angin malam yang menerpa tubuhku tak kurasa dingin. Sungguh suasana yang tenang mendamaikan.

Dalam lamunan sambil memandang langit di atas, aku berfikir. Sebenarnya untuk apa sih Allah menciptakan kita?

Aku ingat, Allah tidak membutuhkan makhluknya. Allah dapat berdiri sendiri dan Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah juga Mahatahu atas apa yang telah, sedang, bahkan yang akan kita alami.

Allah tak pernah membutuhkan apapun dari kita. Allah punya segalanya. Justru kitalah yang membutuhkan-Nya. Karena tanpa kasih sayang dan rahmat-Nya, kita tak akan merasa bahagia di dunia ini dan di akhirat kelak.

Lalu untuk apa Allah menciptakan kita?

Di bawah langit gelap malam itu, aku merasa sangat kecil. Sesungguhnya kita sangat kecil, tak berguna, tak bermakna. Tak ada yang dapat kita banggakan, bahkan sombongkan pada-Nya.

Tapi diri ini juga tidak pernah berfikir, tiap kali aku mengejek teman, menyombongkan pekerjaanku, aku tak berfikir Allah sedang melihatku dan (mungkin) menertawakanku. Memangnya apa yang aku punya dibandingkan kepunyaan-Nya yang Mahaluas itu?

Astagfirullah.. Sungguh, tak pantas diri ini melebihkan keunggulan sendiri.

Semoga dapat menginspirasi kita untuk tidak berlaku sombong.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Tersesat dalam Cinta #3

Kutipan Tersesat dalam Cinta #2

Suatu hari sepulang kuliah, Tyas mencariku. Dengan muka agak sedih tapi (herannya) masih dengan senyum-senyum, dia memperlihatkan hasil pengamatannya selama ini. Hal itu membuktikan kecurigaanya.

Meski sebelumnya mas Andi dan Tyas pernah dekat, hal ini tidak serta merta melambungkan harapan Tyas. Dia masih terus bertahan, mempelajari dengan baik bagaimana sifat mas Andi sebenarnya. Dia tak ingin terjebak lagi.

Hasil pengintaian yang dia lakukan lewat jejaring sosial sepertinya membuat Tyas agak kecewa. Dari apa yang dapat dia baca, Tyas menduga mas Andi menyukai orang lain. Tyas juga tidak kenal dengannya.

Sering aku ingatkan dia untuk tetap optimis. Tiap kali aku nasihati, biasanya dia hanya bilang, “Pak M pernah bilang, love is not about them, love is about me.”

Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya. Dasar anak keras kepala.

Tak ada yang tau bahwa sebenarnya Tyas sangat cemburu. Yang orang lain tau hanya rasa kagumnya yang tidak berkurang terhadap mas Andi. Dia tetap optimis Allah akan memberikan yang terbaik untuknya.

Dia tetap menjalin hubungan baik dengan mas Andi. Meskipun aku lihat akhir-akhir ini dia jadi agak canggung. Entahlah..

Betapa teguh Tyas menyimpan rasa kagumnya. Dia tidak ngotot mengejar mas Andi, tidak pula langsung menjauh setelah mengetahui mas Andi menyukai orang lain.

Namun entah mengapa lama-lama mas Andi seperti menjaga jarak dengan Tyas. Mungkinkah mas Andi tau perasaan Tyas yang sebenarnya? Saat aku tanyakan hal itu ke Tyas, ternyata dia juga tidak tau.

“Mbak Ima kan juga tau kalau mas Andi orangnya susah ditebak,” jawabnya.

“Terus sikap kamu gimana?”

“Nurutin kata nyak, biarkan mengalir dengan semestinya.”

Hmmm,

Dia tetap setia dengan perasaannya. Mendekat saat mas Andi jauh, berhenti saat mas Andi mulai mendekati. Karena dia tau dan yakin kalau tidak semua yang kita sukai baik bagi kita.

Namun hati manusia memang tak ada yang bisa membaca. Tak ada yang tau bahwa dibalik rasa kagumnya ada kekhawatiran. Khawatir dia akan sulit menyukai orang lain, khawatir kalau dia lepas kontrol dan bertindak nekat. Lagipula berat pastinya untuk memendam perasaan suka selama hampir tiga tahun. Hal inilah yang meruntuhkannya.

Memasuki bulan-bulan terakhir kuliah tingkat 3, Tyas lebih giat menyemangati mas Andi, memberi dia dukungan dan perhatian agar dapat meraih hasil maksimal saat kelulusan.

Ternyata doa dan dukungannya yang tulus membuahkan hasil yang manis. Mas Andi dapat lulus dengan nilai cum laude. Mereka berdua sama-sama bahagia.

Tiba saat wisuda, Tyas membulatkan tekad untuk jujur tentang perasaannya kepada mas Andi.

Pada awalnya mas Andi sempat terkejut. Mungkin mas Andi tidak menyangka Tyas akan berani jujur tentang perasaannya. Namun setelah diam beberapa saat, mas Andi menjawab,

“Tidak ada yang tau dengan siapa kita hidup kelak, Yas. Bahkan kita tidak tau apa kita masih bisa merasakan hal yang sama besok. Aku minta maaf kalau mungkin sekarang aku masih menganggap kamu sebagai adikku. Namun kalau memang kita dijodohkan untuk bersama, akan ada jalan bagiku untuk bersamamu.”

Hanya dengan senyum tulusnya, tanpa menjawab kata-kata mas Andi, Tyas mengucap salam dan langsung pulang. Dia tersenyum sepanjang jalan. Senyum optimis, senyum bahagia. Bukan tangis, bukan pula kecewa. Sungguh hatinya benar-benar sudah terjebak dalam rasa cinta yang tulus kepada mas Andi.

____________sekian

Jus Stroberi Sehatkan Gigi

Selain nikmat, jus stroberi ternyata memiliki manfaat lain bagi kesehatan. Seperti halnya hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rahmi Ayu Budi Amalia yang menunjukkan bahwa stroberi berperan signifikan untuk mencegah pembentukan plak gigi penyebab penyakit gigi dan mulut.

Dipaparkan, stroberi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, termasuk mengurangi akumulasi plak gigi. Secara umum, stroberi mengandung nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan energi. Sementara mineral potensial yang terkandung didalamnya adalah kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, potassium, selenium, vitamin C, dan asam folat.

“Stroberi terbukti memiliki aktivitas antioksidan dua kali lipat lebihtinggi dibanding anggur merah, lima kali lipat dari apel dan pisang, serta sepuluh kali lipat dari semangka. Kandungan bahan pemanis alami, berupa xylitol dan polifenol, yang ada dalam stroberi terbukti mampu mengurangi kolonisasi streptococcus mutans yang bisa menghambat aktivitas enzim, sehingga mampu mencegah pembentukan plak,” paparnya beberapa waktu lalu.

Dalam penelitian bertajuk Pengaruh konsumsi jus stroberi terhadap penurunan indeks plak gigi mahasiswa UMY usia 18-25 tahun, didapatkan kesimpulan bahwa konsumsi jus stroberi berpengaruh dalam menurunkan indeks plak gigi. Ia menerangkan plak merupakan penyebab utama yang memicu kemunculan penyakit gigi dan mulut, diantaranya karies (gigi berlubang), calculus (karang gigi), gingivitis (radang pada gusi), periodontitis (radang pada jaringan penyangga gigi).

“Mengingat pembentukan plak merupakan proses yang tidak dapat dihindari pembentukannya, maka mengurangi akumulasi plak menjadi hal yang sangat penting dalam mencegah terbentuknya penyakit gigi dan mulut, salah satunya dengan mengonsumsi jus stroberi,” jelasnya.

Rahmi mengatakan banyaknya plak sangat tergantung dari macam makanan dan kebersihan mulut seseorang. Sementara salah satu yang berfungsi sebagai pelindung dalam melawan karies gigi adalah saliva yang merupakan cairan mulut yang kompleks dan tidak berwarna. Saliva dikenal masyarakat dengan nama air liur. Saliva inilah yang harus dijaga agar tetap normal kandungan pH, volume, dan kekentalannya.

“Untuk mengontrol saliva tetap normal, maka masyarakat perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan makanan dalam rongga mulut yang mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi agar saliva lebih encer atau kekentalan saliva menjadi lebih rendah. Rasa asam dalam jus stroberi akan merangsang sekresi saliva dalam jumlah tinggi. Akibatnya, saliva menjadi lebih encer dan viskositas saliva pun menjadi lebih rendah dan plak gigi dapat dikurangi,” imbuhnya. (Ran)

sumber: http://www.krjogja.com/news/detail/76632/Jus.Stroberi.Sehatkan.Gigi.html

Tersesat dalam Cinta #2

Cuplikan “Tersesat dalam Cinta #1

Hmm.. Itulah Tyas, selalu menanggapi semua dengan santai. Meski tak ada satupun yang tau tiap kali hatinya gundah merindukannya. Untung saja dia tidak terlalu hanyut terbawa perasaan dan langsung mengalihkan keadaan dengan curhat lewat lantunan ayat Al Quran yang dia baca.

Tyas, orang yang kadang mudah dibaca tapi sering kali susah ditebak. Sepertinya dia begitu berharap banyak pada mas Andi. Namun terkadang dia juga bersikap bertahan dan nrima.

Hmm, jadi ikut-ikutan penasaran nih sama mas Andi. Iseng-iseng, aku amati aja mereka berdua.

Mas Andi ternyata lebih sulit ditebak. Dari pesan singkat (SMS) yang dia kirim ke Tyas, sepertinya mas Andi menaggapi positif. Namun dia juga sering bersikap netral sebagai kakak. Aku agak khawatir juga kalau sampai Tyas patah hati.

Suatu sore, saat aku sedang iseng membuka file-file lamaku, tanpa sengaja aku menemukan tulisan salah seorang kawanku tentang ‘cinta dalam diam’. Tulisan ini berisi bagaimana kita mencintai seseorang dalam pandangan Islam. Nah, waktu lagi asik membaca, Tyas masuk ke kamarku.

“Gi ngapain mbak?”

“Ini, baca tulisan temenku. Apik lho. Baca deh!”

Aku serahkan laptopku ke Tyas.

“Hmmm, ngena banget mbak. Emang bener ya, kita ga boleh mengumbar perasaan kaya gitu. Salah-salah bisa ngundang setan ntar, hehe. Mending kita berharap sama Allah langsung ya. Aku ngopi dong mbak. :),” pendapat Tyas setelah membaca tulisan itu.

Aku kagum banget sama Tyas. Latar belakang kehidupannya ga terlalu baik, tapi dia berusaha untuk jadi orang yang lebih baik. Apalagi semenjak menyukai mas Andi. Malu dong kalau dia suka sama cowok sealim dan sesantun mas Andi tapi sikapnya ga berubah lebih baik. Hehe,

Dua tahun berlalu. Kami mulai memasuki semester empat. Mas Andi udah tingkat tiga dan sebentar lagi lulus. Namun sayangnya masih juga belum ada kejelasan tentang perasaan mereka berdua.

Tyas masih mengagumi dengan diam-diam, sedangkan mas Andi juga lumayan perhatian tapi masih netral.

Tyas mungkin mulai gelisah, ga tahan sama semuanya dan ingin segera ada kejelasan supaya dia tidak terlalu berharap dan tidak terluka terlalu dalam. Maka dari itu, tiap hari dia punya jadwal baru, yaitu mengawasi mas Andi lewat jejaring sosial.

Suatu hari sepulang kuliah, Tyas mencariku. Dengan muka agak sedih tapi (herannya) masih dengan senyum-senyum, dia memperlihatkan hasil pengamatannya selama ini. Hal itu membuktikan kecurigaanya.

 

_____________________________________________bersambung