Kadal vs Cicak

Kadal: “Cak, apa yang akan kamu lakukan kalau ekormu digigit hewan lain?”
Cicak: “Aku putuskan saja ekorku lalu pergi.”
Kadal: “Cemen. Gigit balik dong.”
Cicak: “Gak ah, buang-buang tenaga.”

Beberapa hari kemudian, Kadal mati digigit ular.

Berapa banyak orang yang lebih fokus pada pembalasan dendam dibandingkan pemecahan masalah? Berapa banyak pemimpin yang lebih suka mencari kambing hitam dibanding mengakui kesalahannya?

Suatu saat nanti, mereka akan tertindas oleh apa yang sebelumnya mereka injak.

Bukankah tai saja setelah diinjak-injak masih membuat sebal pemilik sepatu dengan baunya yang tak sedap?

Iklan

Tiba-tiba Rindu

​Begitu berat kata rindu ini
Belum sempat terucap, didahului air mata

Ku coba tuliskan rindu
Tapi dingin merayapi tubuhku

Maafkan aku, maafkan kami
Yang mungkin tak pantas untuk sekedar ucapkan rindu

Maafkan aku, maafkan kami
Tak lagi kami mampu bedakan kawan dan lawan
Hingga tiba-tiba kami tertikam

Maafkan aku, maafkan kami
Yang tak lagi tau beda benar dan salah
Ketika putih menjadi perak, dan hitam berubah kelabu

Maafkan aku, maafkan kami
Aku hanya tiba-tiba rindu

Maulid Nabi Muhammad saw, 12 Rabiul Awal 1438H

Jakarta-Jogja, 9-10 Sept 2016

Assalamu’alaikum
Alhamdulillah, hari ini kembali diizinkan oleh Allah untuk mengunjungi kampung halaman.
Pulang kampung kali ini aku naik kereta Bogowonto dari Pasar Senen tujuan Lempuyangan. Waktu keberangkatan kemarin sedikit tertunda, sekitar 30 menit.
Perjalanan relatif lancar, sampai kami tiba di Stasiun Cirebon Prujakan. Kami sempat terhenti beberapa jam di sini dalam keadaan listrik mati.
Gerah, bosan, dan tak ada teman mengobrol, mendorongku untuk mencoba mencari penjelasan pada petugas kereta. Caranya? Aku kirimkan sms ke “Costumer Service on Train” yang foto dan kontaknya biasa dipajang di tiap gerbong. Selain untuk mencari kejelasan, juga pengen menguji apakah adanya petugas ini berdampak baik pada layanan KAI.
Daaaan… sms saya dibalas. Dibalas dengan baik, bukan pesan balasan default. Saya diberi penjelasan mengenai perbaikan yang sedang berjalan.
Tak lama kemudian, listrik menyala kembali dan perjalanan dilanjutkan. Saya pun mengucapkan terima kasih, membalas sms petugas sebelumnya. Tak hanya sampai situ, kami juga diberi pengumuman adanya kompensasi akibat gangguan barusan.
Alhamdulillah…
Kami sebagai pemberi layanan (yang juga sama-sama di bidang jasa, sama seperti KAI) harus banyak belajar. Belajar bagaimana memberi pelayanan terbaik, bahkan dalam keadaan terburuk.
Terima kasih, Pak Ilman (CSoT) dan PTKAI. Semoga berkah, semoga lancar perjalanan.
Sekian sharing kali ini. Assalamu’alaikum 🙂