19th Birthday

Assalamu’alaikum, sahabatku..

Makasih banyak buat orang tua, adik, ‘adik’, ‘adik’, ‘kakak’, ‘kakak’, saudara, serta teman-teman yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun sekaligus mendoakanku, kepada teman-teman Proxy, teman-teman Pesuters, dan mas Adhe yang sudah berusaha untuk memberikan kejutan buatku, hanya terima kasih yang tulus yang bisa aku berikan saat ini. Semoga Allah membalas doa kalian dan memberkahi kalian dengan Rahmat-Nya. aamiin 🙂

Di usia yang ke-19 ini aku ingin (lagi-lagi) meminta maaf kepada orang tuaku karena belum bisa menjadi anak yang baik, berbakti, dan membanggakan, kepada adikku karena belum bisa menjadi teladan yang pantas dicontoh, kepada saudaraku karena aku tak terlalu perhatian, kepada kawan-kawanku baik yang lebih muda, sebaya, atau lebih tua, karena aku belum bisa menjadi teman yang baik. Maaf kepada Allah karena aku masih setengah-setengah dalam belajar dan beramal, maaf karena usia yang diberikan masih sia-sia, maaf karena aku belum pantas menjadi kekasih-Mu, maaf maaf maaf.

Semoga di tahun yang ke-20 ini aku bisa semakin baik bagi orang tua, adik, kakak, saudara, dan kawan-kawan. Semoga Allah terus mengiringi tiap langkah kita, menjaga kita, melindungi kita, memelihara kita, mengajari kita. aamiin

:’)

Wassalamu’alaikum

Iklan

Langkah-Langkah Pengembara

  1. Hati adalah pemimpin Kerajaan yang bernama tubuh manusia. Lidah tunduk pada perintah hati. Begitu juga dengan segala tindakan yang disengaja. Maka jelaslah, apabila hati sakit dan tidak bisa dikendalikan, ucapan dan perbuatan orang itu akan benar- benar terganggu. Ia akan melakukan perbuatan yang tidak sepatutnya dan melontarkan sumpah serapah, dan tindakannya ini bertentangan dengan fitrah. Orang semacam ini akan meninggalkan kemanusiaannya dan keluar dari jalan agama. Jadi, dosa apa pun yang dilakukan seseorang, tiu berkaitan dengan gangguan spiritual. Karena itulah, akal mengarahkan dan agama memerintahkan kita untuk berusaha sekuat tenaga menyembuhkan penyakit hati. Kita harus lebih memerhatikan kesejahteraan hati kita.
  2. Ketika hati dalam kondisi buruk, tubuh akan terkena dampaknya. Pasukan akan berbuat zalim bila raja dalam kondisi lemah.[2]

Lihat pos aslinya 154 kata lagi

Homesickness

Sungguh, gak kuat lagi aku bilang pada diriku sendiri kalau ini bukan hal buruk, bahwa ga pulang selama satu semester penuh itu bukan something special gitu. Tapi mau gimana lagi? Aku bener-bener kangen. Dan parahnya lagi, sekangen apapun aku tetap tak ada jalan untuk pulang.

Mungkin yang pertama memang masalah waktu karena setelah UTS langsung ada makrab. Tapi sepertinya meskipun kelas dilobi dan aku dapet tambahan libur, tetap saja aku tak bisa pulang. Dan mungkin aku juga tak cukup kuat untuk pulang.

Entahlah, aku merasa keadaan di rumah sedang tidak baik. Dengan kondisiku sekarang ini, yang belum bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, yang masih menjadi expense yang belum memberi revenue, yang kuliahnya aja masih berantakan, aku mungkin tak sanggup untuk pulang.

Beberapa hal memang sebaiknya terpendam dalam kotak rahasia. Yang tak diperlihatkan mereka padaku biarlah tetap tertutup. Toh aku tak sanggup untuk menerka apalagi mengetahui isinya.

Well, selamat buat kawan-kawan yang sudah bersiap pulang dengan hati gembira.

:’)