Bapak Tani

Assalamu’alaikum
Hari ini, Kamis, 5 Mei 2016, aku dalam perjalanan pulang ke desaku dengan kereta. Aku naik kereta Gaya Baru Malam. Kereta ekonomi murah dengan fasilitas pas-pasan dan bahkan tempat selonjor yang pas-pasan pula 😀
Kereta ini berangkat pukul 10.30 dari Pasar Senen, jadi aku masih bisa menikmati pemandangan di luar. Lewat dari daerah Bekasi dan Karawang, pemandangan didominasi dengan areal persawahan. Awalnya hanya padi yang terlihat, makin ke timur makin bervariasi. Ada bawang merah, kacang-kacangan, tebu. Awalnya hanya tanah persawahan terhampar, makin ke timur makin berbukit dengan latar belakang pegunungan. MasyaAllah…
Sempat terbersit di pikiran, betapa bersahaja seorang petani. Teringat kakek nenek di kampung. Mereka petani dengan 8 orang anak. Semua sukses, alhamdulillah, semua sekolah. Kakek dan nenekku tak pernah pusing-pusing memikirkan si ini yang lebih kaya, si itu yang kerja kantoran. Kakek dan nenek selalu bekerja dengan sebaik kemampuan mereka, sebaik yang mereka bisa hasilkan, untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Mungkin tidak mudah, mungkin jalan yang mereka lalui tidaklah mulus. Tapi apa yang mereka hasilkan, nilainya maksimal, semaksimal usaha mereka.
Ah.. Alangkah indah hidup seperti itu. Tak perlu iri dengan apa yang didapat orang lain. Lakukan saja yang terbaik, maka kau akan dapatkan yang terbaik pula.
Mbah, Dewi kangen.. Tunggu ya, insyaaAllah besok ketemu :’)

KA Gaya Baru Malam, Mei 2016

Iklan