Kadal vs Cicak

Kadal: “Cak, apa yang akan kamu lakukan kalau ekormu digigit hewan lain?”
Cicak: “Aku putuskan saja ekorku lalu pergi.”
Kadal: “Cemen. Gigit balik dong.”
Cicak: “Gak ah, buang-buang tenaga.”

Beberapa hari kemudian, Kadal mati digigit ular.

Berapa banyak orang yang lebih fokus pada pembalasan dendam dibandingkan pemecahan masalah? Berapa banyak pemimpin yang lebih suka mencari kambing hitam dibanding mengakui kesalahannya?

Suatu saat nanti, mereka akan tertindas oleh apa yang sebelumnya mereka injak.

Bukankah tai saja setelah diinjak-injak masih membuat sebal pemilik sepatu dengan baunya yang tak sedap?

Iklan

Tiba-tiba Rindu

​Begitu berat kata rindu ini
Belum sempat terucap, didahului air mata

Ku coba tuliskan rindu
Tapi dingin merayapi tubuhku

Maafkan aku, maafkan kami
Yang mungkin tak pantas untuk sekedar ucapkan rindu

Maafkan aku, maafkan kami
Tak lagi kami mampu bedakan kawan dan lawan
Hingga tiba-tiba kami tertikam

Maafkan aku, maafkan kami
Yang tak lagi tau beda benar dan salah
Ketika putih menjadi perak, dan hitam berubah kelabu

Maafkan aku, maafkan kami
Aku hanya tiba-tiba rindu

Maulid Nabi Muhammad saw, 12 Rabiul Awal 1438H

Kalau cinta sudah terurai jadi laku,

cinta itu sempurna seperti pohon iman;

akarnya terhujam dalam hati,

batangnya tegak dalam kata,

buahnya menjumbai dalam laku.

M. Anis Matta

“Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan. Tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan. Dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta.”

Kahlil Gibran