Tiba-tiba Rindu

​Begitu berat kata rindu ini
Belum sempat terucap, didahului air mata

Ku coba tuliskan rindu
Tapi dingin merayapi tubuhku

Maafkan aku, maafkan kami
Yang mungkin tak pantas untuk sekedar ucapkan rindu

Maafkan aku, maafkan kami
Tak lagi kami mampu bedakan kawan dan lawan
Hingga tiba-tiba kami tertikam

Maafkan aku, maafkan kami
Yang tak lagi tau beda benar dan salah
Ketika putih menjadi perak, dan hitam berubah kelabu

Maafkan aku, maafkan kami
Aku hanya tiba-tiba rindu

Maulid Nabi Muhammad saw, 12 Rabiul Awal 1438H

Kalau cinta sudah terurai jadi laku,

cinta itu sempurna seperti pohon iman;

akarnya terhujam dalam hati,

batangnya tegak dalam kata,

buahnya menjumbai dalam laku.

M. Anis Matta

“Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan. Tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan. Dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta.”

Kahlil Gibran