Belajar dari Air

Assalamu’alaikum..

Pemikiran ini berawal dari kebiasaanku cari ide di kamar mandi. Entah berapa saja ide yang pernah aku temukan melalui perenungan secara seksama di kamar mandi. Hehe,

Semakin lama aku berfikir kalau bukan kamar mandinya yang bisa bikin tenang sehingga aku jadi cepet dapet ide, melainkan air yang ada di bak mandi dan sekelilingnya.

Air adalah salah satu ciptaan Allah yang aku suka. Air itu memberi ketenangan. Apalagi kalau airnya bersih. Air itu sejuk, menenangkan, mendamaikan, dan bisa bikin otak kita lebih rileks sehingga mudah dalam berfikir.

Air juga merupakan komponen penting bagi makhluk hidup. Sekitar 3/4 bagian tubuh kita terdiri dari air. Makhluk hidup juga memerlukan air untuk dapat tetap hidup. Manusia dan hewan bisa saja bertahan berjam-jam bahkan berhari-hari tanpa makan, namun tetap tidak dapat bertahan selama itu tanpa air. Air diciptakan Allah untuk memberi kehidupan bagi makhluk-makhluk ciptaan-Nya.

Aliran air, riaknya, bahkan di mana hari ini air hujan turun telah diatur oleh Allah. Air begitu patuh pada ketentuan-Nya. Keikhlasan air untuk patuh dan memberi manfaat pada manusia dan makhluk lain patut kita teladani.

Selain itu, air juga bersifat membersihkan dan menyucikan. Kita mandi, keramas, dan berwudhu dengan air. Kita juga mengepel lantai, mencuci baju, piring, mobil, dsb. dengan air.

Meski begitu, saudaraku, air juga menyimpan kekuatan yang luar biasa. Telah kita ketahui bersama, sudah banyak kerusakan yang disebabkan oleh kekuatan air yang luar biasa. Banjir, tanah longsor, banjir lahar dingin, sampai tsunami.

Di balik kelembutan dan ketenangannya, air sangat kuat. Bahkan manusia pun tak sanggup menandingi kekuatannya. Batu yang sangat keras pun bisa terbelah karena aliran air yang begitu teguh dan kuat. Sekali air itu mengalir, akan sulit bagi kita untuk menghentikannya.

Lalu, apakah kita mesti benci sama air?

Kita bisa bersahabat dengan air. Air bersikap sebagaimana sikap kita terhadapnya. Jika kita menyayangi air dengan tidak menyia-nyiakannya, menjaga lingkungan, tidak mengotorinya dengan sampah, tentunya air juga akan baik pada kita.

Banyak yang bisa kita pelajari dari air. Air itu lembut dan menenangkan, bersih dan suci, namun tetap teguh dan kuat. Air juga patuh pada Allah.

Betapa indahnya bila kita dapat bersikap seperti air. Lembut dalam bersikap, menenangkan bagi orang-orang di sekitarnya, cinta kebersihan, suci, dan tetap teguh dan kuat dalam menjalani kehidupan yang penuh cobaan ini.

Semoga kita dapat meneladani ciptaan Allah yang indah ini. Amin,

Wassalamu’alaikum…

(^_^)

Iklan

Tersesat dalam Cinta #1

Pada suatu hari tiba-tiba Tyas masuk ke kamarku dengan wajah sumringah. Aku heran juga, sepertinya ada yang lain dari dia.

“Eh mbak, mas Andi ki beda ya sama yang lain. Bikin penasaran. Hehe, :D”, kata Tyas.

“He? Beda gimana e? Hayo…naksir ya sama mas Andi? :)”.

“Ah, mbak Ima ki lho. Kan aku mung bilang, aku penasaran aja. Dia beda sama temen-temennya”.

Hehe, geli juga lihat si Tyas. Cengar-cengir gitu sih. Aku rasa dia memang punya perasaan sama mas Andi. Tapi ya, yang tau pasti cuma dia dan Allah.

Selama seminggu aku, Tyas, dan Putri sibuk nyiapin acara kampus. Hmmm, berhubung masih junior, kami bertiga sibuk disuruh bantu-bantu. Aku perhatiin si Tyas makin deket tu sama mas Andi. Dia sering banget SMS. Jadi perhatian juga sama mas Andi. Belakangan baru dia mau ngaku kalau dia emang suka sama mas Andi.

Sore harinya setelah acara kampus yang bener-bener melelahkan dan menyita waktu itu, Tyas bercerita padaku. Dia tertarik sama mas Andi. Menurut dia sih, mas Andi itu baik, penyayang sama adik-adiknya, alim, santun, lembut, dewasa. Bener-bener tipe pria idaman lah. Hal itu pula yang bikin Tyas tertarik sama mas Andi. Namun, dia minder juga. Aku maklum juga sih. Tyas itu kan orangnya cerewet, supel yang saking supelnya sampai sama cowok juga biasa aja dan tetep akrab, lumayan pinter juga, tapi ya belum bisa sealim dan sesantun mas Andi mungkin. Aku cukup mengenal dia meski kami hanya sebatas teman kos.

Semenjak pengakuannya itu dia sering minta pendapatku. Bagaimana dia harus bersikap, bagaimana biar dia lebih bisa menanggapi ini semua lebih dewasa. Karena dia juga paham kalau mas Andi kemungkinan ga ada rasa sama dia. Selalu saja dia bilang kalau mas Andi menganggap dia seperti adiknya.

Subhanallah, Tyas ga cuma suka aja. Dia bener-bener bisa belajar dari mas Andi. Semakin hari aku lihat dia semakin baik dan teguh. Mas Andi bisa menjadi motivatornya untuk jadi lebih baik.

Namun suatu malam dia bilang,

“Mbak, kok aku minder ya. Mas Andi kayaknya banyak yang suka deh. Orang kaya dia kan jarang banget mbak. Apalagi yang ga tertutup sama cewek gitu. Ya meskipun dia jaga diri banget sih.”

“Kenapa, kamu cemburu sama temennya? Emang mas Andi kalau sama temennya gimana?”

“Ga tau, mbak.”

“Ya udah, jangan berburuk sangka dulu. Toh belum tentu kan mas Andi suka sama salah satu dari mereka?”

“Hehe, iya deh.”

Hmm.. Itulah Tyas, selalu menanggapi semua dengan santai. Meski tak ada satupun yang tau tiap kali hatinya gundah merindukannya. Untung saja dia tidak terlalu hanyut terbawa perasaan dan langsung mengalihkan keadaan dengan curhat lewat lantunan ayat Al Quran yang dia baca.

_______________________________________bersambung

Manfaat Gerakan-Gerakan Shalat

dari ‘Bangga Memakai JILBAB dan Melihat Wanita Berjilbab

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim…..

 

Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan shalat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab shalat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan shalat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

 

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

 

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

 

I’TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

 

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

 

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam!, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

 

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Beribadah secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.

 

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?  Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakua n dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

 

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam shalat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

 

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

 

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

 

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

semoga bermanfaat dan tambah rajin shalat, tentunya dengan niat karna Allah, bukan karna manfaat2 tadi

^-^

Wassalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

UAS Pertama, antara Suka dan Duka

Tak terasa aku dan teman-teman maba miba sudah satu semester menuntut ilmu di Kampus Jurang Mangu ini. Pada tanggal 14–25 Februari 2011, aku dan teman-teman SATGAS dan lainnya menjalani UAS semester ganjil.

Karena pengalaman UTS kemarin yang tidak terlalu memuaskan, pada UAS kali ini kami berusaha keras untuk dapat melaluinya dengan baik. Kami belajar bersama, saling bantu dalam setiap kesulitan, berdoa bersama. Besar harapan kami untuk dapat terus bersama, 39 orang anggota SATGAS dalam satu kelas. Sampai UAS selesai pun kami saling mendoakan agar kami semua dapat lulus (meski dengan nilai pas-pasan).

Setelah UAS, kami mendapat libur 3 minggu. Teman-teman banyak yang langsung pulang. Meski begitu, aku masih bertahan di kos selama satu minggu (Liburan Minggu Pertama). Setelah urusanku di Jurang Mangu selesai, aku pulang ke Gunungkidul.

Tadinya kami ber-39 sudah lega karena ketua kelas kami mengabarkan setelah rapat dosen tanggal 10 Maret 2011 bahwa kelas kami lulus 100%. Didukung pula ucapan selamat dari salah satu dosen kami. Kami semakin yakin kalau kami masih bisa bersama.

Namun seketika keadaan berbalik. Beberapa hari kemudian, salah seorang teman bilang kalau dia dan satu orang lagi dihubungi oleh sekertariat. Mereka harus menjalani remidial di kampus. Sedih sekali rasanya, sekaligus merasa bersalah karena akulah yang menyebar sms bahwa kelas kami lulus 100%.

Hingga saat pengumuman hasil ujian tanggal 15 Maret 2011 kami berada dalam suka sekaligus duka. Salah satu teman kami masuk rumah sakit dan harus dioperasi karena kecelakaan motor sedangkan dua orang lagi belum keluar nilainya. Sedih rasanya membayangkan kalau harus ada dari kami yang angkat koper lebih dulu.

Selama minggu terakhir liburan, masih belum ada kejelasan mengenai teman kami. Bingung, tapi tak tau harus berbuat apa. Akhirnya aku hanya bisa berdoa dan menunggu saat masuk nanti.

Senin, 21 Maret 2011. Hari pertama kuliah semester genap.

Senang sekali rasanya bisa berkumpul lagi bersama SATGAS. Namun, kawan, apa yang kami takutkan terjadi. Saat aku lihat daftar hadir kelas kami, hanya ada 38 nama di situ. T.T

Hari itu benar-benar suram. Saat aku tau ada yang angkat koper duluan dari SATGAS, pengin nangis rasanya. Sedih banget, salah satu sahabat kami harus pergi.

Padahal hari itu kuliahnya menyenangkan. Dosen-dosen baru kami juga asyik, ga tegang saat memberi kuliah. Apalagi waktu kuliah Pengantar Perpajakan, kami benar-benar tak bisa menahan rasa kehilangan. Dosen kami sering sekali bercerita tentang Makassar, tentang istilah-istilah orang sana. Ya Allah, besar nian cobaannya.

Sampai sekarang aku masih merasa ada yang kurang. Saat kuliah, saat futsal, saat aku ngirim jarkom kelas.

Namun apalah daya manusia. Kami bukan apa-apa, tak punya kuasa atas kehidupannya. Mungkin, dan aku yakin, kejadian ini ada maknanya. Allah telah mengarahkan dia ke jalan yang terbaik bagi hidupnya. Allah akan mengganti tiap tetes air mata yang jatuh di tiap doanya dengan sesuatu yang lebih baik dan mebahagiakan.

Kami berharap dia selalu diberi kekuatan untuk menjalani kehidupannya. Kami tak ingin dia terlalu lama bersedih hingga tak sanggup melihat rahmat-Nya. Kami yakin daeng kami bisa bertahan dan terus maju.

InsyaAllah..

Friska Nur Fitriani

Kakakku yang aku sayang, meski tak pernah aku kenal…

Dulu, aku tidak percaya pada apa yang ibu kita ceritakan tentang kamu. Aku pikir itu hanya sekedar dongeng seperti biasa ibu ceritakan. Namun entah mengapa saat itu aku merasakan kerinduan yang ibu rasa. Meski saat itu aku baru sekitar 10 tahun, aku tahu dan yakin kalau cerita tentangmu itu benar.

Sejak saat itu, kak, aku sering merindukanmu. Berkhayal seandainya engkau tak pulang lebih dulu dan menemani aku main dan bercerita bersamaku. Bisa jadi dengan begitu aku tak terlalu tomboy, hehe.

Aku sering menganggapmu ada, sebagai teman khayalanku. Bukan hanya saat aku masih kecil, hingga sekarang pun aku suka ngobrol sendiri dengan bayanganmu. Hmm, kau pasti cantik dengan kulit terang dan rambut panjang lurus. 🙂

Maaf ya kak.. Dulu aku sering menyalahkanmu. Terutama kalau aku sedang suntuk di rumah. Aku tidak terima karena engkau pulang lebih dulu dan aku harus menggantikan posisimu. Kadang aku merasa jenuh, tidak suka jadi kakak, tidak suka jadi anak pertama. Aku mau jadi adik aja, adik yang disayang dan dimanja seorang kakak.

Saat aku bimbang menentukan pilihan antara mengejar cita-cita atau menuruti kehendak orang tua, aku juga menyalahkanmu. Seharusnya kamu yang di posisiku. Kamu yang harus menentukan sikap untuk masa depan keluarga kita. Kamu yang seharusnya mengorbankan cita-citamu, bukan aku!

Namun, kak, semakin hari aku semakin menyadari bahwa aku salah. Aku sadar, Allah tak pernah menetapkan satu hal pun yang sia-sia bagi makhluknya. Begitu juga denganmu. Allah menyuruhmu kembali lebih awal bukan tanpa tujuan.

Jika engkau masih di sini, mungkin aku tidak akan berfikir dewasa dan akan seterusnya manja. Jika engkau di sini bisa jadi adik kita tidak ada. Jika engkau di sini, tidak ada yang bersiap menyambut orang tua kita di sana.

Allah itu adil ya kak. Allah memberiku kesempatan untuk memperbaiki hidup keluarga kita, untuk membahagiakan orang tua kita. Sedangkan engkau di sana menunggu untuk menuntun mereka, mengiringi langkah mereka.

Kak, aku harap engkau tenang di sana. Aku tidak akan menyalahkan keadaan lagi. Aku akan menjalani hari-hariku di sini. Melakukan apa yang bisa aku lakukan. Menyelesaikan apa yang sudah aku mulai.

Aku harap aku bisa menggantikan peranmu dengan baik, kak. Dan aku harap aku punya cukup waktu untuk itu. Orang-orang yang membaca tulisan ini bisa jadi menganggap aku konyol. Tapi aku tidak mungkin juga mengirim surat untukmu. Jadi hanya tulisan inilah, ungkapan hati adikmu yang sayang dan selalu merindukanmu. Orang tua kita juga sayang padamu, apalagi bapak. Tak ada yang bisa menggantikanmu di hatinya, bahkan aku sekalipun.

Hanya doa yang bisa aku berikan, kak. Semoga engkau tenang dan terlindungi di sana.

(^_^)

Liburan Minggu Pertama

Senin, 28 Februari 2011

Hari ini Riris dan Ayu berencana untuk pulang ke rumah. Berarti tinggal aku sendirian ni di kos. Jadi aku putuskan untuk menginap di rumah saudaraku.

Siang hari sekitar pukul 11.30 pakdhe menjemputku. Kami kemudian makan siang dulu di Bakmi Buncit sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah pakdhe. Eh, ternyata rumah pakdhe di Jombang, deket sama rumah Heri.

Setelah mengantarku, pakdhe balik ke kantor. Tinggallah aku berdua dengan budhe. Sore harinya mbak Woro datang. Habis itu kami makan bareng. Dan malamnya budhe ngajak makan lagi sekalian beli lauk buat pakdhe yang waktu itu lagi badminton sama temennya. Pulang dari badminton, pakdhe bawain bakpao. Jiah, lama-lama bisa ndud ni, hehe.

Selasa, 1 Maret 2011

Pagi-pagi aku udah dapet SMS, kalau nilai PIH agak gimana gitu. Kelasku disuruh ngumpulin tugas presentasi kelompok ke emailku. Hems, padahal modem+fd ada di kos. Akhirnya pagi-pagi aku minta dianter pulang. Ga enak juga sih sebenernya sama pakdhe-budhe, aku kan baru nginep 1 malam. Tapi mau gimana lagi, tugas..

Hari itu aku di kos sendirian, ngurusin tugas kelas. Ga enak juga kalau ga ada temen. Malem-malem mau makan bingung. Akhirnya aku jalan kaki sendirian beli nasgor.. Brrr…

Rabu, 2 Maret 2011

Hari ini waktunya ngumpulin tugas ke dosen. Karena aku udah janji sama Heri buat cari tiket pulang bareng, tugas aku serahin ke Elang. Dan hari ini bener-bener hari menggila, hehe.

Buka tulisan Menggila… 😀

Kamis, 3 Maret 2011

Hari ini sih rencananya mau ke Ragunan nyusul Khrisna, adikku. Namun ternyata mesti batal gara-gara bus yang dipakai adikku mogok dan acaranya jadi berantakan. Elang juga ga bisa nganter, mau jalan sama ceweknya katanya. Ya udah, akhirnya habis nyuci-nyuci aku berangkat ke Bekasi. Lumayan lah hari ini ga kesepian dan ga tidur sendirian lagi. 🙂

Jumat, 4 Maret 2011

Wow wow wow… Pagi-pagi adikku udah SMS kalau gi perjalanan ke Labschool. Padahal aku ru aja bangun, belum ngapa-ngapain, dan masih di Bekasi. Aku juga ga tau Labschool di mana dan mesti naik apa ke sana. So, aku tanya Heri.

Heri bilang kalau Labschool ada 2, yang di Kebayoran dan di Rawamangun. Parah ni, aku ga tau daerah situ.

Aku telepon pak Kisno, katanya ke Labschool Kebayoran. Aku bilang Heri, dan kata bapaknya Heri dari terminal Blok M naik metromini ke arah Radio Dalam aja.

So, aku nekat ke sana. Aku janjian sama Elang di Blok M. Jadi dari Bekasi aku langsung cari bus ke Blok M. Eh, di tengah perjalanan Elang SMS kalau ga bisa nganter, trus malah nitipin buku ke ibu kos. Katanya sih itu buku tugas ngringkes dari dosen. Jadinya aku bakal ke Labschool sendirian ni. Untung aja bisa nemuin metromini ke Labschool berkat ibu-ibu yang dengan baik memberi tahuku.. 🙂

Alhamdulillah aku bisa ke Labschool dan bertemu adikku. Namun sayang sekali aku melewatkan pertandingan futsalnya. Aku cuma bisa mendengar cerita adikku saja.

Dari Labschool, bingung mau ngapain. Jadi aku balik ke Blok M trus muter-muter. Akhirnya aku beli kerudung, celana, dan rok. Hehe, kesempatan ni.. 😉

Balik ke kosan aku kaget. Ternyata tugasnya satu buku yang lumayan banyak materinya. Sebel juga rasanya, habis tu ketua kelas melimpahkan begitu aja sama aku tanpa punya inisiatif bantuin. Tapi aku ambil positifnya aja, kan aku juga sekalian belajar dan beramal.. 🙂 Karena aku rasa berat, beberapa temanku yang rumahnya Tangerang dan Jakarta esok paginya aku suruh ke kosan buat aku kasih materi bantuin aku ngringkas. Alhamdulillah mereka peduli dan mau membantu.

Sabtu, 5 Maret 2011

Hari ini jadwalnya aku pulang. Setelah packing dan sambil nungguin kedatangan para penyelamatku, aku fotokopi materi tugas dulu. Habis itu Iqbal datang. Setelah ambil jatah bab yang mesti dia ringkas, dia pulang. Tak lama kemudian Yogha juga datang. Kami ngobrol-ngobrol dulu di depan sampai Umi datang. Materi langsung aku bagikan. Kami bercakap-cakap sampai Heri datang. Hems, baru ingat kalau aku hari ini pulang kampung, hehe.

Setelah Umi dan Yogha pulang, aku makan dan bersiap untuk berangkat ke agen bus. Huh, di perjalanan pulang, Heri ga bisa diem. Ya cerita macem-macem, ya nyanyi-nyanyi. Tapi jadi asik juga, perjalanan jadi ga bosenin.

Minggu, 6 Maret 2011

Alhamdulillah, pukul 5 lebih beberapa menit bus kami sampai ke tujuan. Kami dijemput bapakku. Setelah mengantar Heri, aku dan bapak pulang.

Senangnya bisa berkumpul bersama keluarga tercinta.

(^_^)

Ini dia rencana untuk minggu depan:

  • Selasa, 8 Maret 2011 –> ke SMAN 1 Wonosari bersama Tito, Muiz, dan Heri.
  • Rabu, 9 Maret 2011 –> jalan-jalan ke Kalisuci bareng temen-temen STAN Goekil
  • Kamis, 10 Maret 2011 –> main ke rumah ibu Sriyani bareng temen-temen SATGAS

Semoga Allah meridhai.. Amin, 🙂

Menggila… :D

Hari ini masih sendirian aja di kos. Maklum, temen-temen udah pada pulang. Hari ini rencananya aku mau nyelesaiin urusan kelas trus langsung cari tiket sekalian main. Eh, tak taunya aku malah bangun kesiangan, hehe.

Buru-buru aku nyalain komputer, langsung buka email, trus download materi-materi yang belum aku download kemarin. Sementara loading masih berjalan, aku mandi dulu.

Belum sempet sarapan, pukul setengah sepuluh aku burning tugas ke CD. Pukul sepuluh Heri udah nyampe kosan, begitu juga Erlangga si ketua kelas. Habis aku nyerahin CD yang isinya tugas-tugas itu, aku pergi ke Kreo cari tiket buat pulkam.

Aku sama Heri ke Kreo naik angkot. Tujuannya sih biar besok pas berangkat ga bingung angkotnya. Tapi ya, gara-gara kami berdua sama-sama belum pernah cari tiket bus ke Kreo, malah kelewat jauh nyampe pasar Ciledug. Akhirnya puter balik lagi deh.

Pas mau pulang juga gitu, kelewat jauh. Tapi kali ini baliknya ga ngangkot lagi. Kami berdua jalan kaki sampai pertigaan ke arah Cipadu (kurang kerjaan ya, hehe).

Nyampe jalan raya Ceger, Heri ngajak ngadem ke plasma STAN. So, akhirnya kami turun di gerbang STAN.

Di Plasma, kami cuma minum jus alpukat+es buah (cuma??). Habis itu kami balik ke kosanku. Dan seperti yang udah aku duga, kosan sepi. Karena males sendirian di kos ga ada kerjaan, aku ikut Heri ke rumahnya.

Dalam perjalanan ke rumah Heri, kami lewat Bukit Menteng. Lumayan hijau sih, tapi kok rasanya meski ada banyak pohon tetep aja panas ya.

Sampai di rumah Heri aku cuma minum es, jajan, goreng nugget. Trus ternyata Awalia SMS kalau dia udah ada di rumah. So, pukul 4 kami menuju rumah Awalia.

Di rumah Awalia ngapain ya. Cuma lomba cari nyamuk, foto-foto ga jelas bin ga penting, trus makan mi (traktiran ni,hhe). Habis Magrib, Heri nganterin aku pulang.

Lewat jalan layang, jadi inget bukit bintang Hargodumilah, hehe.

Dan di sinilah aku sekarang. Di kos sendirian, berteman komputer dan HP yang diam. Ada TV juga sih, tapi ga lagi aku nyalain. Pengen bikin kopi aja ga ada air panas. Ya sudah, aku daring aja.. hehe

(^_^)