Aku Jatuh Cinta

Cinta memang seringkali datang tanpa menyapa

Tau-tau dia sudah ada dan bersemayam

Bermula dari sapaan, jadi rindu, dan cinta pun datang

Dan kini,
Ku tlah jatuh cinta

Pada sekumpulan orang yang saling menggoda dan tertawa

Pada pipi gembul bocah-bocah yang lahap makan

Pada bulir padi yang makin berisi dan menguning tangkainya

Pada rintik hujan yang membuat becek jalanan

Pada burung dara yang dikejar anak-anak

Dan sekejap ku merasa rela

Untuk datang lagi

Lagi

Dan lagi

Aku tlah jatuh cinta ๐Ÿ™‚

Stasiun Gambir, 30 Januari 2017

Give Me Hope

Where’s the strength I need?

It’s high, high above the sky

Where’s the strength I need?

It’s far, far away from me

Where’s the strength I need?

It’s deep, deep inside my heart

Give me hope,

Strengthen me,

Cause I want ***,

Yes, I want ***

So please, give me hope

…Yaa Rabb

Bapak Tani

Assalamu’alaikum
Hari ini, Kamis, 5 Mei 2016, aku dalam perjalanan pulang ke desaku dengan kereta. Aku naik kereta Gaya Baru Malam. Kereta ekonomi murah dengan fasilitas pas-pasan dan bahkan tempat selonjor yang pas-pasan pula ๐Ÿ˜€
Kereta ini berangkat pukul 10.30 dari Pasar Senen, jadi aku masih bisa menikmati pemandangan di luar. Lewat dari daerah Bekasi dan Karawang, pemandangan didominasi dengan areal persawahan. Awalnya hanya padi yang terlihat, makin ke timur makin bervariasi. Ada bawang merah, kacang-kacangan, tebu. Awalnya hanya tanah persawahan terhampar, makin ke timur makin berbukit dengan latar belakang pegunungan. MasyaAllah…
Sempat terbersit di pikiran, betapa bersahaja seorang petani. Teringat kakek nenek di kampung. Mereka petani dengan 8 orang anak. Semua sukses, alhamdulillah, semua sekolah. Kakek dan nenekku tak pernah pusing-pusing memikirkan si ini yang lebih kaya, si itu yang kerja kantoran. Kakek dan nenek selalu bekerja dengan sebaik kemampuan mereka, sebaik yang mereka bisa hasilkan, untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga. Mungkin tidak mudah, mungkin jalan yang mereka lalui tidaklah mulus. Tapi apa yang mereka hasilkan, nilainya maksimal, semaksimal usaha mereka.
Ah.. Alangkah indah hidup seperti itu. Tak perlu iri dengan apa yang didapat orang lain. Lakukan saja yang terbaik, maka kau akan dapatkan yang terbaik pula.
Mbah, Dewi kangen.. Tunggu ya, insyaaAllah besok ketemu :’)

KA Gaya Baru Malam, Mei 2016

Menggigil di Bandung

Assalamu’alaikum
Bagaimana persiapan lebaran teman-teman? Alhamdulillah, hari ini dizinkan pulang kampung sama Allah dari stasiun Bandung. Luar biasa, ini pengalaman pertama pulkam dari Bandung dan sendirian. Mungkinkah tahun depan ada temennya? Hehe
Tadi malam aku berangkat dari Bintaro pkl 22.00 dengan Cititrans travel. Jalanan menuju Bandung cukup macet (katanya), tapi tak berasa karena saat dibangunkan oleh sopi pkl 3.30 ternyata kami sudah sampai Dipati Ukur. Alhamdulillah, sudah ada beberapa taksi yang mangkal di depan agen travel. Langsung saja saya naik dan menuju stasiun Bandung.
Tulisan ini aku buat dalam kereta Argo Wilis yang sedang melaju melewati tanah hijau Bandung. Aku tidur dulu ya. Belum tidur sejak sampai di stasiun pagi tadi.
Selamat Idul Fitri, saudara-saudaraku. Semoga rahmat Allah senantiasa dilimpahkan untuk kita.

Bandung, 29 Ramadhan 1436H