“Tarian” Langit

Mungkin di antara teman-teman ada yang sering mengamati benda-benda langit di kala malam? Atau ada pula yang tertarik dengan fenomena alam yang cukup “langka”? Maka saya sarankan teman-teman untuk terus memerhatikan pergerakan bulan dan objek-objek di sekitarnya selama bulan ramadhan ini. πŸ™‚
Cobalah nanti saat sang surya terbenam, atau selepas berbuka puasa, teman-teman amati rembulan di ufuk langit sebelah barat. Tanpa bantuan alat pun, kalian akan melihat dua titik terang yang berdekatan di sekitar bulan. Titik apakah itu? Dua titik tersebut tidak lain adalah raja dan ratu planet di galaksi kita, Jupiter dan Venus. Di sepanjang bulan Juni, kita dapat melihat si planet raksasa dan bintang kejora ini berdansa dan akan saling mendekat satu sama lain. hinga di penghujung bulan Juni ini keduanya akan terlihat menyatu layaknya sebuah bintang kembar. Pada 14 Ramadhan besok, jarak keduanya hanya akan terpisah sejauh 0,2 – 0,3 derajat sehingga akan terlihat seperti sepasang titik tak terpisahkan di langit. ❀
Sebenarnya, fenomena ini akan lebih “terasa” jika teman-teman terus memerhatikan pergerakan bulan sejak awal Ramadhan. Ternyata, bulan pun ikut menari bersama kedua planet indah ini. Di awal Ramadhan, bulan terbit dalam bentuk sabit tipis di sebelah kiri Venus dan Jupiter. Dari hari ke hari, disambut dengan iringan Jupiter dan Venus, bulan akan terus terbit semakin terang menjadi bulan separuh hingga nanti akan menjadi purnama di minggu pertama bulan Juli. Setelah melewati masa itu, bulan akan kembali terbit, namun di area langit yg lebih ke utara. Pada akhir Ramadhan nanti, kita akan melihat bulan terbit di sebelah kanan Jupiter dan Venus, di seberang posisinya semula. πŸŒ™
Oiya, jika teman-teman ingin melihat dan bingung membedakan dua titik tersebut, titik yang bersinar lebih terang adalah Venus karena jaraknya yang lebih dekat ke Bumi.

Selamat menikmati suguhan tarian dari semesta alam. . 😊😊

Sumber: pengamatan pribadi dan situs langitselatan.com