Apakah Telah Terjadi “Sesuatu” di Antara Kita?

Judul di atas merupakan sebuah pertanyaan yang cukup dijawab sederhana. Jawaban singkat dan sederhana dan menendang :
“Yaelaaahh…”

Sudah.
Namun, berhubung saya bisa digampar sama Pak Boss Rizqi jika memberikan ODOI terlalu singkat, dan juga ada azbabun nuzul (sebab akibat) dari munculnya jawaban “Yaelaaahh…” ini, maka akan saya lanjutkan ODOI ini.
Pertama, ijinkan saya bercerita tentang suatu kisah.
Berhubung nama pelaku tidak dilindungi undang-undang ataupun PMK, maka saya cukup memberikan inisial kepada para pelaku demi keamanan, saya sebut disini mereka adalah P, Q, dan R.

Beberapa tahun yang lalu…
Suatu hari Q diajak oleh temannya hang out ke suatu acara. Khas anak muda. Disana mereka bertemu dengan teman-teman yang lain. Tentu saja, beberapa teman lawan jenis mereka. They were having fun, dance, laughing dan talking.

Singkat cerita, salah satu dari teman-teman Q mulai menaruh hati pada Q. Sebut saja salah satu teman ini adalah P. Well, P kemudian meminta nomer telponnya. Menurut Q, P ini cukup oke dan sepertinya memang orang baik-baik, jadi dia memberikan nomer HP-nya kepada P.
Sugar…
Yes, please …
Won’t you come and pour it down on me…
ODOI-ers bisa menebak bukan apa yang terjadi selanjutnya?

Setelah hari itu, P mencoba untuk mengenal Q lebih jauh dan berusaha untuk membawa hubungan mereka lebih jauh daripada sekadar kenal nama dan muka saja. Dalam bahasa awamnya, dia mulai PDKT pada teman saya itu. Hampir setiap hari P mengirim SMS maupun Telepon bahkan terkadang bisa sampai berkali-kali dalam sehari.
“ Selamat pagi. Lagi apa.?”
“Semangat ya, semoga hari ini secerah dirimu waktu tersenyum…”
“Udah makan belum?”
“Udah tidur belum?”
“Udah cebok belum?”
Dan puluhan hujan SMS yang Q terima setiap hari.
Awalnya Q membalas SMS dan telepon si P dengan baik. Namun lambat laun, Q ini mulai malas meladeni P. Karena Q punya kriteria pasangan sendiri, terlebih lagi memang sejak awal dia hanya menganggap si P sebagai teman saja, jadi dia kemudian tidak mempedulikan SMS, telpon dan ajakan si P tersebut. Sebagian besar SMS si P tidak pernah dibalas dan telponnya tidak pernah diangkat, apalagi ajakannya untuk bertemu. Dan hal ini berlangsung hingga beberapa minggu ke depan.

Hingga suatu hari, mungkin akibat putus asa karena Q  tidak pernah memberikan respon yang positif, si P akhirnya mengirimkan SMS seperti ini:

“Hi. Kenapa sih kamu gak pernah bales sms dan angkat telpon dari aku? Kamu marah yah sama aku? Aku salah apa sama kamu? Kalau aku ada salah please kasih tau aku.”

Mantap! Sebuah manuver langkah yang cantik.. dan sangat menyedihkan.

Keesokan harinya, Q menceritakan kejadian itu kepada temannya yang lain, sebut saja R. Dan sambil mengernyitkan keningnya dia berkata, “Ih.. aneh banget deh nih orang. Ngapain SMS beginian? Gue kan cuma kenal dia, dan kita perasaan biasa-biasa aja. Kok dia sampe berpikir kalo gue marah sama dia sih? GR banget sih. Biasa aja kaliii..”

Mendengar itu, R hanya tertawa keras-keras.. dan pilu. Satu lagi makhluk clueless ditemukan..
Baiklah juragan, mari kita bahas.
Berapa banyak dari Anda yang pernah melakukan hal yang sama? Anda bertemu dan berkenalan dengan seorang teman, mungkin di warkop, mungkin di pusdiklat, mungkin di setban, di STAN atau saat Prajab nanti. Anda sudah sempat berbicang-bincang dengannya, mungkin juga bercanda dan tertawa bersama. Anda merasa kalau dia juga tertarik pada Anda. Dan Anda merasa memiliki peluang yang cukup besar untuk mendapatkan si dia.
Tapi ketika Anda melancarkan serangan SMS dan telpon, responnya tidak seperti yang Anda harapkan. Dia tidak membalas SMS Anda, tidak mengangkat telpon Anda, dan selalu menolak ajakan Anda untuk bertemu. Membuat Anda panik dan bertanya-bertanya, “Kenapa dia jadi dingin dan cuek? Bukankah waktu itu kita sudah asik dan konek?” Dan akhirnya membuat Anda membuat kesalahan fatal seperti si P dalam cerita saya di atas.

Anda berpikir terlalu jauh dan terlalu serius. Anda pikir hanya dengan sekali dua kali bertemu, bincang-bincang basa-basi dan beberapa kali ping-pong SMS, Anda sudah memiliki suatu ikatan khusus dengannya. You think you had ‘something’ between you and her.

Tapi sayangnya, ‘something’ itu hanya ada di kepala Anda saja. Ikatan khusus yang Anda rasakan hanyalah ilusi Anda saja. Hal itu timbul karena Anda selalu memikirkan si dia setiap saat, mengulang-ngulang kejadian saat Anda bertemu dengannya di waktu lalu, bahkan Anda sampai menghayal apa yang akan terjadi bila Anda bertemu dengannya lagi. Ah alangkah indahnya.. saya yakin telah terjadi “sesuatu” di antara kita
Lalu anda mulai melancarkan jurus-jurus yang anda sebut “perhatian.” Kirim sms, rajin telepon, rela jadi tukang ojek gratisan buat dia, dengan berharap suatu hari dia akan jatuh ke pelukan anda..

Jangan berharap terlalu banyak pada sesuatu yang terlalu indah, guys..
Awalnya satu dua kali dia mungkin meladeni anda, tapi kemudian dia mulai malas balas sms, ditelpon gak diangkat dengan dalih ketiduran, dsb..

Yaelaaahh…
Pernahkah anda memakan sayur asam?
Sayur asam, jika anda memakannya seminggu atau sebulan sekali maka ia akan bernama sayur asam. Namun, apa jadinya jika setiap hari, bahkan tiga kali sehari anda terus memakan sayur asam?
Ia akan menjadi SAYUR PAHIT.
Begitu juga pendekatan yang anda lakukan, kalau yang anda lakukan adalah kirm-kirim sms sok-sok perhatian, telepon tiap jam sok khawatir, jangan heran kalau lama-lama dia bosan.
Anda hanya menawarkan yang itu-itu saja. Asam yang itu-itu saja.
Namun kadang anda selalu bergeming, berdalijh telah terjadi sesuatu antara si dia dengan anda dan merasa sedih kenapa dia yang awalnya perhatian dan mau meladeni anda, tiba-tiba sekarang menjadi hilang ditelan waktu.
Anda kemudian lunglai, bertanya-tanya, sambil sayup-sayup dibelakang terdengar backsound lagu Ada Band – Manusia Bodoh.

Ketika image si dia sudah terekam dengan kuat di memori Anda, hasilnya adalah Anda jadi MERASA kalau Anda sudah mengenal dia cukup lama. Anda MERASA bahwa ada sesuatu di antara Anda dan dia. Anda MERASA BAHWA SI DIA PUN MERASAKAN HAL YANG SAMA SEPERTI ANDA.
Saya merasa paling jengkel ketika membaca quote cinta yang bertuliskan :
“Jika kau merasakan getaran dalam hatimu yang kuat tentang dirinya, maka sangat mungkin dia pun juga merasakan getaran hati yang kuat tentang dirimu, karena sebuah tepukan terjadi ketika kedua telapak saling bertaut, tidak ada tepukan melainkan keduanya saling tersentuh, begitu pula dengan hati.”
Demi Neptunus di lautan, siapapun pujangga yang pertama kali membuat quote ini harus DIHUKUM,, DAN DIEKSEKUSI MATI.
ODOI-ers, bagi si dia,  ANDA MASIH ORANG ASING yang kebetulan berteman dengannya beberapa waktu yang lalu. Yang dapat dia asosiasikan tentang Anda adalah SEORANG KENALAN BARU. Hanya kenalan saja, tidak lebih.
Tentu saja saya tidak akan menyangkal that anything could happen. Bisa saja si dia juga tertarik pada Anda dan merasakan ‘sesuatu’ di antara Anda dan dia. Tapi kan hal itu bisa dilihat dari respon yang diberikannya ke pada Anda. Apabila dia tidak membalas SMS, tidak mengangkat telpon dan selalu menolak ajakan untuk bertemu, rasanya itu sudah cukup jelas, bukan
Itu seperti sebuah billboard berukuran raksasa di depan Anda yang bertuliskan, “DIA TIDAK TERTARIK PADA ANDA. NYADAR DONG!”

Dan selalu ada kemungkinan kalau si dia sudah memiliki partner dan sedang dalam sebuah relationship yang menyenangkan. Apakah Anda sungguh berpikir dia akan meninggalkan partnernya demi seorang kenalan yang kebetulan menjadi teman seperti Anda? Get real, bro!

Mungkin Anda akan menyanggah, “Tapi dia tidak pernah bilang kalau dia sudah in-relationship, malah waktu gue tanya dia bilang dia belum punya partner..” Well, siapapun berhak dan boleh untuk sedikit bermain dan bersenang-senang, bukan?

Kalau dia tertarik pada Anda, tentu dia akan membalas SMS dengan gesit, mengangkat telpon Anda dengan ceria dan pastinya bersemangat ketika Anda mengajaknya untuk bertemu. Meskipun jelas akan selalu ada permainan ‘jual mahal’ yang selalu digunakan, khususnya para wanita, tapi apabila dia tertarik pada Anda, secara keseluruhan respon yang Anda dapatkan adalah respon yang positif.

ODOI-ers, Lalu apa yang harus Anda lakukan apabila Anda sudah terlanjur melakukan kesalahan seperti kisah si P dalam cerita di atas tersebut?

Mengundurkan diri sebelum Anda mempermalukan diri Anda lebih jauh lagi.

Lupakan ilusi bahwa ada ‘sesuatu’ di antara Anda dan dia. Move on with your life dan temui orang-orang baru lainnya.

Mungkin sesekali (ingat, sesekali itu berarti JARANG), mungkin beberapa bulan sekali, Anda dapat mengecek kembali responnya dengan mengirimkan SMS atau menelpon. Tapi saya yakin, apabila Anda sudah sibuk bersenang-senang dengan pekerjaan anda, teman-teman baru lain yang anda kenal, Anda sama sekali tidak akan berpikir untuk melakukan hal tersebut. Malah Anda akan melupakannya sama sekali.
So keep your head clear dan jangan termakan oleh ilusi yang Anda buat sendiri.
Sibukkan dirimu dengan hal-hal lain yang jauh lebih menarik, kembangkan inovasimu, manfaatkan potensi lingkungan sekitarmu, dan kalo memang udah siap, nikah langsung aja guys.
If You’re Strong You will Live, If You Weak, You will die.
Jadi jika ada yang mengatakan  “ Apakah telah terjadi sesuatu antara aku dan dia?”
So, guys, mari kita jawab bersama : “Yaelaaahh…”

Sekian ODOI hari ini, Terima kasih.
Salam Move On!


Disampaikan pada 18 Mei 2015

Iklan

One thought on “Apakah Telah Terjadi “Sesuatu” di Antara Kita?

  1. Ping-balik: Apakah Telah Terjadi “Sesuatu” di Antara Kita? | Perpustakaan Mini BPPK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s