Selamat Jalan

Semilir angin membawaku dalam lamunan
Sinar mentari seakan mencubit badanku yang kebas
Deru kendaraan di jalan seakan berkoar
Denting jam dinding pun memberi isyarat
Nanti, semuanya tak sama lagi

 
Bel stasiun berbunyi
Memanggil penumpang untuk bergegas pergi
Seperti aku dan kamu di sini
Aku dipanggil untuk tetap teguh berdiri
Dan kau dipanggil untuk segera kembali
Lusa,
Aku, Kamu, dan kota ini
Tak akan pernah sama lagi

 
Selamat jalan, kawan
Ku relakan kau untuk berjuang
Relakanku pula untuk tetap bertahan

 
Indonesia itu sempit, bukan?
Pun Pulau Jawa
Kelak,
Aku dan Kamu akan kembali duduk
Di meja yang sama
Dengan rasa yang masih tetap sama
Walau pada akhirnya
Cerita kita hanyalah nostalgia

 

Bintaro, 17 April 2015

Malam sebelum mengantarmu ke bandara

409733

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s