Rindu

Rindu…

Mirip judul salah satu novel yang pengen banget aku baca. Tapi, ini bukan tentang novel atau resensi. Ini tentang rindu.

Aku sedang rindu. Rinduuuu sekali, pada Ramadhan. Bulan Ramadhan lho ya bukan mas Ramadhan, mbak Ramadhan, dek Ramadhan, atau Ramadhan Ramadhan yang lain. Aku rindu bulan Ramadhan.

Aku merindukan Ramadhan dan segala keindahan yang dibawanya.

Bagaimana tidak akan indah? Di bulan Ramadhan, semua orang seakan menjadi baik. Yang tadinya jarang shalat, jadi rajin shalat. Yang tadinya keluar gak pake kerudung, jadi pake kerudung. Yang tadinya Al Quran sekedar pajangan di etalase, jadi bacaan sehari-hari. Masjid yang sebelumnya sepi, jadi ramai. Orang-orang pemarah, jadi lebih sabar.

Ah.. Aku merindukan Ramadhan dan segala keindahan yang dibawanya.

Aku rindu hari-hari tanpa rayuan setan. Bukankan setan dibelenggu selama bulan Ramadhan? Makanya selama Ramadhan, hari lebih tenang, fikiran lebih segar, jiwa lebih tenteram.

Ah.. Aku merindukan Ramadhan dan segala keindahan yang dibawanya.

keutamaan-bulan-ramadhan-gambar-kaligrafi-ramadhan

Pancoran, 20 Maret 2015 (29 Jumadil Ula 1436H)

90 hari menuju Ramadhan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s