Murtad Dalam Perspektif Al Quran

Dr. H. Shabah SM Syamsu MA (Anggota MT PP MD, Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan Takmir Mesjid Agung Al Azhar Jkt)

Mesjid At Taqwa PP Muhammadiyah

25 Januari 2015

 

Dr. H Shabar SM SyamsiDr. H Shabar SM Syamsi

 

Al Baqarah 217

“Mereka tidak henti hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lali dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia sia amalannya di dunia dan diakhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya”

 

Indonesia kini negara terbuka, ini menyebabkan resiko permurtadan jadi lebih besar. Faktornya bisa saja karena :

1. Pengaruh luar negeri

2. Perkembangan kesalahan pemaknaan dari dalam negeri

3. Perkembangan agama misi lainñya di dalam maupun luar negeri

 

Tahun 70an, rabithah alawiyah mengkritisi Indonesia sebagai negara pemurtadan terbesar dan tercepat di dunia. Kini kampanye pemurtadan lebih modern seperti:

1. Memanfaatkan momen car free day dan olahraga

2. Kunjungan kepada pasien pasien di rumah sakit

3. Berita palsu melalui media (offline maupun online)

4. Pernikahan

 

Asbabul Nuzl:

Banyak orang jahiliyah dulunya yang masuk islam, saat masuk islam ini, banyak bujukan ataupun siksaan untuk keluar dari Islam untuk sahabat yang masuk islam ini.

 

Pemurtadan yang di Indonesia, biasanya, berhasil pada:

1. Lemah ekonomi

2. Lemah sosial

3. Lemah dalam keilmuan (bodoh/kurang pendidikan)

 

Ini berbanding terbalik dg orang yang masuk Islam. Orang yang masuk islam biasanya karena ilmu, desakan pernikahan, dan menemukan hikmah kenikmatan yang allah sampaikan pada orang terdekatnya yang muslim.

 

Asal mula kata murtad adalah radda, yaruddu, riddah irtidad. Berarti ruju (kembali) pada jalan ia datang (masa jahiliyahnya). Biasanya dalam buku fiqh tidak dibahas murtad dalam bab sholat, iman atau muamalah. Tapi dibahas dalam fiqh siyasah, pada bagian Al Bayyu (membelot/keluar dari jamaah). Biasanya tidak hanya dibahas keluar dari negara atau kepemimpinan islam, tapi juga keluar dari agamanya.

 

Awal mula orang murtad adalah mulai meninggalkan ajaran syar’i seperti sholat, zakat, zikr, dsb. Selain itu, keragu-raguan atas kegiatan agama dan janji janji Allah. Beriman dan berislam, harus mantap. Tidak boleh ragu-ragu. Untuk yang meninggal ibadah syari, Ini seperti zaman Abu bakar dimana beberapa kaum yang menolak sholat, bayar zakat atau lainnya sepeninggalan rasulullah. Sedangkan keragu-raguan akan mempercepat terkikisnya kepercayaan sehingga memudahkan pihak luar membujuk u tuk keluar dari islam.

 

Islam memberi kebrbasan kepada setiap orang untuk menentukan keyakinananya apakah tetap kafir atau beriman (An Naml 40). Karena kekafiran siapaoun tidak akan memberi mudhorat bagi Allah:

 

Ali Imron 176-177

“Janganlah kamu disedihkan oleh orang orang yang menjadi kafir, sesungguhnya mereka tidak sesekali dapat memberi mudhorat kepada Allah sekalipun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagia  (dari pahala) kepada mereka diakhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Sesungguhnya orang orang yang menukar iman dengan kekafiran, sesekali mereka tidak memberi mudhorat kepada Allah sedikitpun, dan bagi mereka azab yang pedih”

 

Akibat yang ditimbulkan oleh Murtad

 

1. Allah membenci tindakan murtad dan lenyaplah hidayah dan lenyap pula segala kebaikan. Tertuang dalam Ali Imron 86-87

 

2. Keluar masuk agama islam menyebabkan ditolaknya pertobatan, tidak diterima ampunan dan terus dalam kesesatan. Tertuang dalam Ali Imron 90

 

3. Mati dalam murtad ditolaknya segala amal perbuatan dan tidak mendapat pertolongan. Tertuang dalam Ali Imron 91

 

4. Murtad mendatangkan kerugian pada diri sendiri, bukan bagi Allah. Malah Allah aka  ganti dengan generasi baru yang lebih baik. Tertuang dalam Ali Imron 106-107

 

5. Siksa yang sangat pedih ditimpakan kepada orang murtad. Tertuang dalam Ali Imron 177

 

Penelitian Dr. Shabah SM Syamsi :

1. Dari banyaknya agama yang masuk ke Indonesia, Islam adalah agama yang paling fenomenal. Passive penetration. Tanpa peperangan. Dalam 3 abad, Indonesia sudah dipenuhi kerajaan kerajaan muslim. Hindu terlokalisasi di Bali, Budha memang tidak terlokalisasi tapi tersebar dalam jumlah yang kecil.

 

2. Agama kristen (katolik dan protestan) masuk dari abad 17, hingga abad 21, misi kristen belum sefenomenal islam. Active penetration. Lewat penjajahan dan penindasan.

 

3. Dramatisasi degradasi akhlak muslimin sehingga terkesan “islam” akan hancur, padahal islam masih sangat kuat. Pendakwah masih sangat aktif dipedesaan dan perkotaan. Jauh lebih kuat daripada misi misi agama non islamnya. Di eropa, amerika dan beberapa tempat mayoritas non muslim nya, penyebaran terjadi secara massive drngan cara passive penetration. Dan kemungkinan, jika tetap dalam tren yang sama, islam akan mendominasi negeri negeri termaksud.

 

Muhammadiyah harus mempercepat dan memperluas dakwah, tentu dalam santun, tidak boleh berdakwah dengan kekerasan dan pemaksaan. Tertuang dalam An Nahl 125. dakwah yang santun dilakukan melalui:

1. Pembangunan Rumah sakit yang berkualitas (Dakwah Kesehatan)

2. Pengembangan dan pembangunan sekolah-sekolah (Dakwah Pendidikan)

3. Kehidupan pasar, amal usaha dan ekonomi (Dakwah Ekonomi)

4. Penghidupan kreasi di televisi, media, kegiatan seni dan budaya dsb (Dakwah kreatif)

 

Kita juga perlu usahakan yang ekstrimis menjadi lembut, dan yang liberal menjadi lebih peduli pada nilai nilai islam untuk memaksimalkan dakwah islam.

 

sumber: https://www.facebook.com/notes/10153110923519974/?pnref=story

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s