Kiat Menggapai Sholat Khusyu’

Dr. Suhairy Ilyas (pemateri)

KH. Dr. Syamsul Hidayah (wakil ketua Majelis Tabligh PP MD, Pengasuh Ponpes Nuriyah Shobron)

Kiyai Muhamad Jiyad

 

Mesjid Taqwa PP Muhammadiyah Ahad, 18 Januari 2015.

 

Dr H Suhairy IlyasDr H Suhairy Ilyas

 

Sambutan

Arruju ilal kitab was sunnah (merujuk pada Quŕan n Sunnah). Jenjang tafisr:

1. Tafsiril quran bil quran

2. Tafsiril quran bis sunnah

3. Tafsiril quran bis shohabah

4. Tafsiril quran bit tabi’in

5. Tafsiril quran bil ilmi dunya

 

Isi Kajian

Untuk sholat khusyuk itu syaratnya paham dengan apa yg kita baca.

 

Yang akan dibahas : tafsir juz amma, guna:

1. Keperluan kekhusyukan itu paham, kepentingan sholat

2. Belajar Aqidah krn Juz Amma banyak terdapat dasar dasar aqidah

 

Kunci ilmu dalam al quran ada 3:

1. Membaca (Iqra’)

2. Menulis (allama bil qalam)

3. Bertanya (Fas’alunaka ‘ala dzikr)

 

QS Al mu’minun (23: 1-2)

“Sungguh berbahagialah orang2 yang beriman, yang khusyu dalam sholatnya”

 

Ketenangan yg dimaksud : tenang lahir bathin, bahagia dunia akhirat.

 

Sholat yang khusyu : sholat yg diikuti hati sepenuhnya dari takbiratul ihram hingga salam. Jadi hati tidak di pasar, tidak dikantor, tidak dimeja makan. Sholat tanpa mengikutkan hati tidak akan mengubah sikap. Fungsi sholat itu melatih hati kita utk ikut sholat sepenuhnya.

 

Kiat-kiat sholat yang khusyu’

Sholat khusyu itu dilatih secara konsisten dan istiqomah.

 

11 kiat sholat khusyu

1. Menjauhkan diri dr semua yg haram

 

Al muthaffifin 83: 14

“Sekali kali jangan, karena dosa-dosa yang selalu mereka lakukan itu akan menutupi hati mereka”

 

Ini akan mengotori hati, sehingga menjadi tidak sensitif dan tidak aktif dalam sholat. Antara lain:

  • Menjauhi makanan dan minuman yang haram (benda nya haram maupun cara mendapatkannya haram), Allah tidak mau menerima doa orang yang menggunakan yang haram
  • Pandangan dan pendengaran yang haram. Annur 30-31 terkait gadhul bashar. Al Ghazali menganalogikan hati manusia laksana kolam air. Sedangkan panca indera berupa selokan yang mengalirkan air ke kolam tersebut. Kalau selokan mengalirkan air yang bersih, tentu akan bersih. Tapi bila air kotor, tentu kolam tersebut kotor pula.

 

2. Berwudhu dengan sempurna

 

Al Baqarah 222

Sesungguhnya Allah mencintai orang orang yang bertaubat dan mencintai orang orang yang mensucikan diri dengan sempurna”

 

“Wudhu adalah kuncinya sholat”, maksudnya wudhu kita sempurna maka sholat kita akan sempurna pula. Rasulullah sangat memperhatikan wudhu sahabat, pernah menyuruh sahabat mengulangi wudhu nya umpama siku atau mata kakinya tidak basah.

 

3. Memakai pakaian yang baik dan indah

Pakaian sholat mestinya Suci, bersih, rapi dan pantas

 

Al araf 31

Hai anak adama, pakailah pakaianmu yang indah setiap ke mesjid”

 

Pakaian sholat haruslah pantas karena kita akan menghadap Allah. Pantaskah kita sholat dengan pakaian yang tidak lengkap meski menutup aurat menghadap Allah?

 

4. Tempat sholat yang aman

Aman mata kita dari pemandangan yang mengganggu. Usahakan menghadap dinding yang polos. Tidak ada pajangan gambar, foto, kalender, dsb. Karena itu akan memalingkan fokus. Aman pendengaran kita dari suara yang menggangu. Rasulullah ketika tahajud disaat istrinya berhalangan, ia memelankan suaranya agar istrinya tidak terganggu tidurnya. Ia juga pernah menegur sahabat yang menjaharkan bacaan quran nya saat dimesjid karena menggangu orang yang sedang berzikir. Afdhal nya ibadah sunnah itu disembunyikan, di siir kan. Jangan sampai ibadah kita mengganggu orang lain.

 

5. Niat yang ikhlas

Niat bukan formalitas. Hakikatnya menggerakkan hati kita untuk melakukan ibadah mengharapkan ridho Allah, bukan dunia, dilihat orang lain atau pula harta. Bukan pelafalan, tapi meyakinkan hati.

 

Al Bayyinah 5

“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya menyembah Allah dg ikhlas, mengharap keredaannya dalam agama yg lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan demikian itulah agama yang lurus”

 

Innamal’amalun binniat

 

6. Sholat dengan kaifiyat yang tepat sebagaimana diajarkan rasulullah

Shollu kama ra aitumuni ushsholli.

 

7. Mengingat kematian

Sebelum takbiratul ihram, tanamkan dalam hati seakan seakan itu adalah sholat yang terakhir. Sholat pamitan. Pesan nabi pada Ayyub Al Anshary “shollu sholatu muwada”.

 

Al Baqarah : 45-46

“Minta tolonglah kamu kepada Allah dengan shabar dan sholat. Sesungguhnya ya g demikian itu sungguh berat, kecuali orang orang khusyu, yaitu orang orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui tuhannya dan mereka akan kembali kepadanya”

 

8. Seakan akan melihat Allah

Dalam sholat bayangkan kita melihat Allah, jika tak mampu, yakini bahwa Allah pasti melihat.

 

9. Baca bacaan sholat dengan Tartil

Baca dengan :

1. Tajwid yang benar, makhrijal hurf yang benar

2. Membaca satu ayat satu nafas, tidak terburu-buru, menggabung beberapa ayat dalam satu nafas.

 

Al muzammil 4

“Dan bacalah al quran itu dengan perlahan-lahan”

 

Meski tidak paham, apabila dibaca dengan perlahan dan benar, itu akan menenangkan hati. Itulah mukjizat quran.

 

10. Thumakninah

Jangan sholat terlalu cepat, tapi thumakninah. Sempurnakan setiap gerakan dalam sholat dan tidak terburu buru. Rasulullah meminta sahabat mengulang sholatnya hingga 3 kali karena tidak thumakninah.

 

11. Memahami dan menghayati bacaan sholat

Bacaan shalat dari takbiratul ihram hingga salam kita pahami. Sehingga memberikan sentuhan pada kita. Baca bacaan sholat yang kita pahami tersebut secara berulang ulang dalam sholat. Sehingga bisa kita bayangkan, sehingga menyentuh hati kita, sehingga kita hayati dengan penuh. Tapi ini untuk sholat sendirian, bukan saat jadi imam.

 

sumber: https://www.facebook.com/notes/10153110906254974/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s