Karunia Kehidupan-Mensyukuri yang Kita Punya

 

Judul Buku :The Ultimate Life-Rahasia Kehidupan Impian

Penulis: Jim Stovall

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2007

 

Ini adalah kumpulan pesan Howard ‘Red’ Stevens kepada cucunya, Jason Stevens. Lewat pesan inilah Jason Stevens akhirnya mendapatkan Karunia Tertinggi, warisan dari kakeknya. Baca, pahami, dan resapi dalam hati. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung yang dapat belajar dari pesan-pesan yang disampaikan oleh penulis lewat tokoh Howard dan Jason.

Dalam kehidupan ini, hari yang paling biasa pun bisa berbelok menjadi luar biasa; karena itu, tiap hari hendaklah diantisipasi dan dinikmati sebagai karunia.

Buku ini menceritakan tentang perebutan harta warisan. Permasalahan utama yang menjadi sorotan adalah mengenai warisan “Karunia Tertinggi” yang diberikan oleh Howard ‘Red’ Stevens kepada cucunya, Jason Stevens. Berikut ini adalah kedua belas karunia yang diberikan sebagai jalan menuju Karunia Tertinggi.

 Dalam kehidupan ini, tak ada yang lebih kuat daripada orang yang telah melihat jalan menuju takdir dalam jiwanya dan mau menempuhnya.

Meski telah dilaksanakan sesuai pesan Howard Stevens dalam wasiatnya, tetap saja terjadi perebutan dan keinginan untuk memperoleh warisan lebih dari yang didapatkan oleh keturunan Stevens ini. Hal ini terutama disebabkan dana yang sangat besar yang diwariskan kepada Jason Stevens sebagai tanggung jawab baginya dalam membantu orang-orang di sekitarnya mendapatkan Karunia Tertinggi dengan jalan mereka masing-masing.


 

Dalam kehidupan ini, kerja adalah puncak dari segala yang ada pada diri kita dan segala yang kita pelajari, yang kita bawa kepada orang lain melalui pasar.

-KARUNIA KERJA-

“Jason, saat aku jauh lebih muda darimu sekarang, aku belajar tentang kepuasan yang muncul dari kata sederhana yang terdiri dari lima huruf: kerja. Salah satu hal yang dirampas kekayaanku darimu dan seluruh keluarga kita adalah hak istimewa serta kepuasan yang muncul dari menjalani hari kerja yang jujur.”

“Kini, sebelum kau marah, kalap, dan menolak segala yang akan kukatakan kepadamu, aku ingin kau menyadari bahwa kerja telah mendatangkan bagiku semua yang kini kupunyai dan semua yang kini kaupunyai. Aku menyesal telah mencerabutmu dari senangnya mengetahui bahwa apa yang kaupunyai adalah apa yang kaudapatkan.”

“Kenangan paling awalku di daerah rawa-rawa di Louisiana adalah tentang kerja—kerja keras membanting tulang yang, sebagai seorang anak muda, sangat kubenci. Orangtuaku punya terlalu banyak mulut yang harus diberi makan dan tak punya cukup makanan, jadi kalau kami ingin makan, kami bekerja. Kemudian, ketika aku berdiri sendiri dan datang ke Texas, aku menyadari bahwa kerja keras telah menjadi suatu kebiasaan bagiku, dan ia memberikan kesenangan yang sesungguhnya di seluruh sisa hidupku.”

“Jason, kau telah menikmati hal-hal terbaik yang dapat ditawarkan oleh dunia ini. Kau sudah pergi ke mana-mana, sudah melihat segalanya, dan sudah melakukan segalanya. Yang tidak kau mengerti adalah betapa menyenangkannya hal-hal itu bila kau memperolehnya dari hasil kerjamu sendiri, ketika waktu luang menjadi imbalan atas kerja keras, bukan cara untuk menghindari kerja.”

Sudahkah kita menikmati pekerjaan kita? Sudahkah kita melakukan yang terbaik dalam bekerja? Jujurkah kita dalam melakukan pekerjaan kita?

Kerja, bagi sebagian orang adalah imbas dari keadaan. Sebagian lainnya menganggap kerja sebagai rutinitas. Bagi teman-teman sealmamater yang kini sedang memasuki dunia kerja, mungkin sebagian besar dari kita menganggap kerja sebagai sesuatu hal yang harus dijalani. Mungkin sebaiknya kita berhenti sejenak dan menata hati kita. Mari bekerja untuk kebaikan bangsa dan negara, mari kita bekerja sebagai bagian dari pengabdian kita pada Yang Maha Kuasa.  “…apa yang kaupunyai adalah apa yang kaudapatkan”


Uang adalah buah dari usaha kita dan bahan bakar untuk impian-impian kita.

-KARUNIA UANG-

“Hari ini kita akan bicara tentang sesuatu yang mungkin merupakan komoditas yang paling salah dipahami di dunia. Itu adalah uang. Sama sekali tak ada yang dapat menggantikan uang dalam hal-hal yang dilakukannya, tapi mengenai hal-hal lainnya di dunia ini, uang sama sekali tak berguna.”

“Sebagai contoh, seluruh uang yang ada di dunia ini tak akan bisa membelikanmu satu hari lagi saat kau sampai di akhir masa hidupmu. Itulah sebabnya sekarang kau menonton rekaman video ini. Dan penting kiranya menyadari bahwa uang tak akan membuatmu bahagia. Segera kutambahkan di sini bahwa kemiskinan juga tak akan membuatmu bahagia. Aku pernah kaya, dan aku pernah miskin—dan bila segala hal lainnya sama—kaya itu lebih baik.”

Sejak awal, uang didefinisikan sebagai alat tukar. Tapi apa yang terjadi saat ini, uang justru menjadi sebab perpecahan. Entah berapa keluarga, teman, tetangga, yang akhirnya bertengkar dan terpecah belah akibat uang. Uang memang dapat membantu kita meraih kebahagiaan. Bahagia karena dapat memenuhi kebutuhan hidup, bahagia karena dapat membantu keluarga untuk hidup lebih baik, bahagia karena dapat berbagi dengan orang lain. Tapi ingat, bukan uang yang membeli kebahagiaan itu semua, tapi keikhlasan kita dalam menggunakan uang sebagaimana mestinya.


bersambung…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s