Ummu Hafsha

kekaguman yang meluap-luap

tak lagi bisa dikungkung dalam dada

tak pula mengharum menghias mimpi

tak diam menatap sunyi

Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara 2012/2013

Organisasi ini, organisasi terakhir yang aku ikuti dalam masa belajarku di kampus Ali Wardhana. Dalam organisasi ini pula aku bertemu orang-orang yang luar biasa. Dari mereka aku belajar banyak hal, salah satunya adalah Ummu Hafsha alias ibunya Hafsha.

Kesan pertama saat berkenalan adalah dia wanita yang cantik. Dia begitu anggun dengan dandanan yang sederhana dan kerudung panjang yang dia kenakan. Ah, aku paling suka melihatnya memakai kerudung abu-abu, terlihat semakin cantik πŸ™‚

Semakin aku mengenalnya, semakin aku tahu kualitasnya, semakin kagum pula aku padanya. Rasa-rasanya kalau aku dilahirkan sebagai seorang laki-laki, sudah kulamar dia sebelum lulus kuliah (dan ini benar-benar dilakukan oleh lelaki yang kini menjadi suaminya πŸ˜€ ). Aku suka sekali melihatnya bekerja. Perhatian penuh terhadap apa yang dia kerjakan, dedikasi yang tinggi, kepeduliannya kepada staf-stafnya, membuat proyek-proyek yang dia jalankan berhasil gemilang. Yang juga mengesankan bagi kami adalah sikapnya yang tegas dalam menjalankan tugas.

Dinamika D4 STAN

Salah satu kepanitiaan yang kami jalankan bersama. Di akhir acara dinamika ini, sempat kami mengobrol dengan beberapa teman BEM lain tentang rencana kami selanjutnya setelah lulus kuliah. Maklum, kami harus menjalani masa menganggur selama beberapa bulan. Diantara kami ada yang mengutarakan keinginannya untuk magang di perusahaan swasta, ada yang ingin mengaudit, ada yang ingin pulang saja ke rumah, ada yang ingin mengajar, dsb. Lalu, apa jawaban Ummu Hafsha? “Aku ingin membina kegiatan mentoring di tempatku”, katanya. Aku dan teman-teman yang lain tersenyum,Β barakallah kataku dalam hati.

Sekitar satu bulan setelah kelulusan, Ummu Hafsha menikah, seperti cita-citanya yang ingin menikah di usia 21. Bahagia kami menyambutnya, saudari kami segera menggenapkan separuh agamanya πŸ™‚

Tak lama kemudian terdengar kabar mengenai kehamilannya. Sebelumnya, entah karena lagi kangen atau apa, aku memimpikan dia. Dalam mimpiku dia memberi kabar tentang kehamilannya. Ah, mungkin kebetulan saja.

Setelah menikah, dia tinggal di Bintaro bersama suaminya. Sempat kami beberapa kali bertemu di kampus ketika hari minggu. Kami sama-sama sedang jalan-jalan pagi. Melihatnya, selalu membawa senyum di pagiku πŸ™‚

Agustus 2014

Kami dikejutkan dengan berita meninggalnya Hafsha. Ya, Hafsha yang belum genap berusia tiga hari, dipanggil kembali oleh Allah. Sedih? Tidak, aku justru iri. Begitu besar kasih sayang yang Allah berikan pada Ummu dan Abu Hafsha. Nikmat kesempatan menggenapkan separuh agama di usia yang masih muda, nikmat mengandung, nikmat memiliki anak, dan kini anaknya telah dijamin masuk surga. Sedih? Tidak, aku justru iri.

Beberapa hari yang lalu aku membaca artikel yang dia tulis di blognya. Tulisan tentang impiannya. Seketika rindu menyeruak.

Aku rindu saat kami berkumpul di BEM. Aku rindu ocehannya yang cerewet. Aku rindu saat dia mengomel. Aku rindu melihatnya dengan kerudung abu-abu. Aku rindu berpapasan di bundaran STAN pada hari minggu. Aku rindu melihatnya di MBM menunggu suami. Aku rindu. Aku tidak tau mengapa, tapi aku rindu.

Kami memang bukan teman dekat. Kalau ada yang mendekatkan kami itu hanya Allah yang menjadi sandaran kami.

Semoga Allah terus menyayangi kamu, Ummu Hafsha. Teruslah menjadi inspirasi bagi teman-temanmu, termasuk aku πŸ™‚

Ana ukhibuki fillah, ukhti

Iklan

4 thoughts on “Ummu Hafsha

  1. Dewiii… :’))
    Fira juga sayang Dewi, Fira juga kangen Dewiii.. :’))
    Afwan ya belum bisa memenuhi hak Dewi sebagai saudari, kita ketemunya kalo pas lagi papasan aja di kampus, hiks. Makanya Dewi taunya yg baik-baik aja dari Fira, padahal mah yang buruk-buruk lebih banyaaak, alhamdulillah, Allah yg menutupi aib ini.. Dewi juga menginspirasi, apalagi dengan kecemerlangan Dewi di kampus. Harus banget lah ini diagendakan jalan sama Dewi, hihi..

    PS: Dewi ayo segera nikah, nikah itu seru looh *kompor* hihihi πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s