Pesantren Impian – Spoiler

 

Judul Buku: Pesantren Impian – Cinta, Teka-Teki, dan Kematian

Penulis: Asma Nadia

Penerbit: Asma Nadia Publishing House, 2014

 

Kegadisan telah lama menjadi dongeng yang saya tinggalkan.

Saya bukan tak mencoba berhenti menyentuh barang-barang haram itu, tetapi mereka begitu kuat mencengkeram saya.

Kedua tangan yang telah membunuh, masih mungkinkah Engkau ampuni?

Gusti Allah, saya ingin mati!

Lima belas remaja putri dan putra dengan masa lalu kelam, menerima undangan misterius untuk menetap di Pesantren Impian. Sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang bahkan tak tercantum di dalam peta. Seharusnya sederhana. Siapa menduga bahwa berbagai kejadian menegangkan kemudian terjadi?

Pemerkosaan yang menimpa gadis bernama Rini hingga harus menanggung kehamilan yang tak dikehendaki. Tragedi yang menyisakan teka-teki, sebab bayang kegelapan terlalu sempurna menutupi wajah lelaki biadab yang melakukannya.

Kisah cinta yang tertunda, misteri si Gadis yang dicari-cari polisi, bahkan peristiwa pembunuhan! Lalu, rahasia apa yang disembunyikan Teungku Budiman?

Jiwa-jiwa yang putus asa.

Mampukah Pesantren Impian menjadi jembatan hidayah bagi hati yang sebelumnya tak pernah merindukan surga?


PESANTREN IMPIAN

Membuat ulasan tentang buku ini membuat saya bingung. Sungguh, belum pernah saya dibuat begitu terpesona oleh sebuah karya tulis, setidaknya untuk tulisan-tulisan karya anak negeri. Atau bisa jadi bacaan saya yang masih sangat terbatas sehingga saya tidak mengetahui bahwa banyak penulis-penulis Indonesia yang mempunyai karya yang luar biasa.

Awalnya saya tertarik membeli buku ini hanya karena membaca tulisan di belakang buku, seperti yang saya tulis di atas. Ya, hanya itu, dan saya langsung memesan buku ini lewat media online. Dan saya senang sekali akan keputusan ini, saya benar-benar bahagia membelinya 🙂

Seperti judul buku ini, cerita di dalamnya adalah seputar pesantren. Pesantren yang mungkin hanya ada dalam impian kita. Seandainya ada pesantren semacam ini, akan ada banyak jiwa yang hatinya terselamatkan.

Lima belas remaja putri dan putra dengan masa lalu kelam, menerima undangan misterius untuk menetap di Pesantren Impian. Sebuah tempat rehabilitasi di sebuah pulau yang bahkan tak tercantum di dalam peta. Seharusnya sederhana. Siapa menduga bahwa berbagai kejadian menegangkan kemudian terjadi?

Lima belas remaja putri dan putra. Meski demikian, Asma Nadia memusatkan ceritanya pada asrama putri. Lima belas gadis dengan berbagai latar belakang, mulai dari pengedar maupun pecandu narkoba, pekerja seks bebas, korban pemerkosaan yang sedang hamil, sampai pembunuh yang menjadi buronan polisi. Mereka dengan sukarela datang ke Pesantren Impian setelah sebelumnya mendapat undangan misterius.

Awalnya saya membayangkan buku ini akan lebih banyak bercerita tentang kegiatan-kegiatan mereka selama di pesantren, bagaimana mereka bertaubat, dan cerita-cerita semacamnya. Tapi siapa sangka, Asma Nadia justru menghadirkan cerita pembunuhan dalam pesantren.

Ketegangan pun terjadi. Pesantren yang selama ini dalam keadan aman tiba-tiba kedatangan seorang pembunuh. Kecurigaan kemudian tertuju pada si Gadis, perempuan yang diundang Pesantren Impian karena kasus pembunuhan yang dia lakukan. Tentang siapa identitas si Gadis yang sebenarnya, sampai buku ini habis saya baca tak juga saya temukan jawabannya. Luar biasa 🙂

Tapi pastinya, bukan si Gadis yang melakukan pembunuhan itu, melainkan seseorang yang bertanggung jawab atas masa lalu salah seorang santriwati Pesantren Impian. Dendam dan ketakutannya akan identitas yang terbongkar membuatnya nekat datang ke Pesantren Impian untuk membunuh. Namun akhirnya, dengan begitu banyak ketegangan yang kita rasakan, pelaku pembunuhan ini ketahuan dan mendapat ganjaran setimpal.

Lalu bagaimana dengan si Gadis? Di Pesantren Impian ini dia menemukan cahaya kasih-Nya. Dia pun bertaubat dan bertemu dengan tambatan hatinya. Seseorang yang tak pernah dia duga akan menjadi pendamping hidupnya. Masa depan pun terlihat semakin cerah di hadapannya.

Sssttttt…. selamat membaca 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s