Jambore Sahabat Anak 2012-Buper Ragunan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Selama dua hari (7-8 Juli 2012), aku dan teman-teman dari STAN serta adik-adik rumah singgah Bambu Pelangi mengikuti Jambore Sahabat Anak ke-16 di bumi perkemahan Ragunan. Selama dua hari ini kami melakukan kegiatan bersama 1000 anak marginal dan lebih dari 500 kakak pendamping.

Jum’at, 6 Juli 2012

Sesuai rencanaku dan kak Didit dari awal, hari Jum’at ini kami melakukan finishing dekorasi tenda sekalian menginap di rumah Caca. Di samping supaya pulangnya gak kemaleman, juga biar gampang dan lebih cepat ngumpulin adik-adik yang mau ikut jambore.

Sabtu, 7 Juli 2012

Namun tetap saja, manusia hanya mampu merencanakan. Kami terpaksa berangkat pukul 6.15 karena ada seorang anak yang telat bangun. Alhasil, sesampainya di bumi perkemahan Ragunan, kami sedikit tergesa-gesa untuk membereskan tenda dan sarapan pagi.

Dalam JSA ini, tiap kakak pendamping diberi dua adik dampingan untuk bersama-sama mengikuti rangkaian acara JSA. Pada kesempatan kali ini, aku menjadi kakak pendamping bagi Rizki dan Koko, dua anak manis dari Bambu Pelangi πŸ™‚

Pada hari pertama JSA sih aku bener-bener kewalahan. Selain mengawasi dan mengontrol adik dampinganku, aku juga ikut mengawasi adik-adik lainnya karena aku termasuk kakak yang cukup dekat dan lumayan mengenal mereka. Sialnya, aku masih belum bisa mengakrabkan diri dengan Rizki dan Koko karena mereka baru beberapa kali belajar denganku di bimbel.

Hari pertama ini mereka susah diatur, gak mau diajak main, gak mau dengerin pengisi acara, asik sendiri, dan suka memanjat. Beuh, meski mereka bukan anak paling bandel yang pernah aku tangani, ketidakpedulian mereka terhadap acara ini cukup membuatku kesal. Kemudian semua berubah gara-gara suaraku mulai serak.

Saat itu waktunya istirahat. Aku dan Rizki hendak mengisi ulang botol air minum kami. Koko tinggal di tenda dan bermain bersama adik-adik lain. Nah, ketika perjalanan ke tenda konsumsi–tempat kami mengisi ulang air minum–kami mengobrol sedikit mengenai acara hari itu. Dan entah bagaimana awalnya, aku berkata “suara kakak udah serak nih” “kenapa kak?” tanya Rizki. “Tadi kebanyakan triak. Habisnya adik-adik kakak susah diatur sih ” kataku sambil tersenyum bercanda. Rizkipun tersipu dan mengucap maaf.

Lalu ketika waktu asar tiba. Setelah mereka mandi, aku kembali kehilangan jejak mereka. Kebetulan aku ingat ketika mengisi ulang air minum tadi Rizki sempat bilang pengen tenda di dekat lapangan bermain. Akupun menyusulnya ke sana. Ternyata benar, dia ada di sana. Dia bertanya “kok kakak tau sih?” “kan tadi kamu sendiri yang bilang” jawabku. Kemudian entah mengapa mereka menjadi lebih penurut dan aktif mengikuti acara. Sepertinya pengetahuan kita yang luas mengenai apa yang sedang atau ingin mereka lakukan bisa memberi dampak positif bagi sikap anak. (catet!) πŸ˜€

Kemudian malam harinya, mereka membuatku terharu. Setelah aku mengantarkan mereka untuk shalat magrib, aku mengantri kamar mandi dan lanjut shalat. Kembalinya aku dari mushala, ternyata mereka berdua telah menyediakan tempat tidur untukku, dengan alas tidur berupa susunan kardus, jaket Rizki yang dilipat sebagai bantal, dan sarung Koko sebagai selimutnya. Mereka bilang mereka bakal berbagi sarungnya Rizki yang agak gedean untuk selimutan berdua. Meskipun akhirnya mereka berdua memakai sarung masing-masing dan tempat tidurku tidak sesuai bikinan mereka, aku bersyukur mereka begitu perhatian padaku.

Malam harinya aku harus rela menahan kantuk karena menunggu mereka tidur pulas. Sampai mereka tidur pulaspun aku tak bisa tidur nyenyak. Rizki beberapa kali terbangun karena kedinginan. Jadilah aku tidur sambil memeluk dia dan selalu terbangun jika dia tiba-tiba kedinginan lagi.

Minggu, 8 Juli 2012

Pagi harinya, ternyata mereka bangun lebih dulu dariku. Tapi dengan romantisnya mereka tetap di tempat tidur sampai aku bangun. Segera setelah melihatku terbangun karena adzan Subuh, mereka bergegas bersiap ke mushala sambil menarikku. hehe

Ketika sarapan pagi usai senam, Rizki kembali mengejutkanku. Ais, Fiya, dan beberapa adik-adik di rumah singgah memang akrab denganku. Sampai di jambore ini ketika adik-adik sudah mempunyai kakak pendamping masing-masing, mereka masih sering mencariku. Salah satunya Ais. Ketika aku dan Rizki sedang asik mengobrol sambil latihan suling, Ais mendekatiku dan tiduran di pangkuanku. Dengan nada cemburu, Rizki tiba-tiba berkata “anak satu ini hobi banget deh ngekorin kak Dewi. Kakakmu siapa sih? Udah kaya adiknya kak Dewi aja deh” kemudian aku sahut “cieh, adiknya kak Dewi yang asli gak terima nih? :)”. Diapun tersipu dan tersenyum malu.

Hari kedua ini aku, Rizki, dan Koko semakin akrab. Terlebih lagi dengan botol air minumku dan Koko yang hilang, membuat kami minum dari satu botol yang sama. Jadi makin akrab deh πŸ™‚

Trus Rizki (lagi) karena sandalnya putus sempat pundung gak mau main games. Dia baru berhasil aku bujuk untuk keluar dari tenda setelah aku berikan sandalku dan bilang kalau aku gak pake alas kaki. Bukannya menerima sandalku, dia malah marah-marah dan berkata “pake gak sandalnya! udah, ayo main! aku aja yang gak pake sendal. kakak harus pake sendalnya!” :’)

Selesai games, kami makan bersama, shalat, lalu menikmati antrian luar biasa panjang untuk mendapatkan HopHop gratis πŸ˜€

Setelah mendapatkan HopHop kami, kami minum bersama di bawah pohon rindang sambil mengobrol. Mereka berdua sangat senang dengan acara Jambore ini. Koko bilang di jambore bisa dapat makanan enak. Kalau si Rizki karena lebih tua, dia bilang pengalamannya banyak. Mereka pun menyatakan keinginannya untuk kembali ikut jambore tahun depan. Koko pun bertanya apakah aku akan ikut lagi? Barangkali menjadi kakaknya lagi? InsyaAllah πŸ™‚

Dan penutup yang paling romantis dari Rizki adalah ketika aku ketinggalan bis dan mereka harus menungguku dan beberapa orang yang ketinggalan untuk berjalan kaki menyusul. Ternyata bus yang menunggu kami adalah bus yang ditumpangi Rizki dan Koko. Mereka kelihatan senang melihatku datang di dekat mereka. Rizki pun langsung meletakkan tas yang tadinya di tempat duduk di sampingnya dan melihatku sambil tersenyum penuh arti, memintaku duduk dengan tatapan matanya dan senyumnya yang begitu manis.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol. Kami juga sempat hendak menangkap sang matahari orange yang menyerupai telur ceplok. Kemudian saat aku tanya “Kak Dewi galak gak ki?”. Aku sengaja menanyakannya untuk menghindari dendam di antara kami. Tapi dengan sangat mengejutkan dia bilang sambil tersenyum malu, “gak kok, kak Dewi baik.”

:’D

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Iklan

2 thoughts on “Jambore Sahabat Anak 2012-Buper Ragunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s