?

Sabtu, 28 April 2012 lalu aku mengikuti salah satu acara dari BEM STAN yang namanya School of Leadership (SOL #2). Sebenarnya hari itu ada 4 sesi, tapi karena aku ada kuliah paginya, cuma sempet ikutan 2 sesi doang.

Aku masuk ke kelas sekitar pukul 13.30 tepat sebelum sesi 3 dimulai. Sesi ini berisi pemberian materi dari Presiden Mahasiswa aktif saat ini, Bang Teguh Hartanto.

Ada yang unik dalam penyampaian materi yang Bang Aang (panggilan akrabnya) lakukan. Beliau hanya membuat power point yang berisi satu slide saja, tak ada yang lain. Dalam slide itu terdapat gambar beberapa tanda tanya warna putih yang tersebar dengan satu tanda tanya warna merah di tengah-tengah gambar.

Waktu itu saya berpikir, apa maksudnya orang ini bawa-bawa tanda tanya doang gitu? Apa pesan yang bisa dan akan disampaikan dengan tanda tanya-tanda tanya itu?

Ternyata pesan yang disampaikan begitu dalam.

Tanda tanya itu merefleksikan pertanyaan-pertanyaan yang seringkali kita tujukan pada diri sendiri, tetapi tak juga mendapat jawabannya.

Untuk apa kita dilahirkan?

Apa tujuan kita ada di dunia ini?

Hal berguna apa yang sudah kita lakukan?

Beberapa peserta SOL #2 mengajukan pertanyaan-pertanyaan mereka.

Satu pertanyaan yang menjadi fokus bang Aang selanjutnya, yaitu pertanyaan mengenai kemampuan kita melakukan suatu hal.

Dulu, ketika kita masih kecil, kita bisa melakukan apapun yang kita mau tanpa merasa takut akan gagal. Kita bisa ngotot belajar naik sepeda, jatuh berkali-kali, terluka di sekujur tubuh, tapi tetap tak berhenti mencoba sampai kita berhasil.

Bandingkan dengan kita sekarang. Berapa sering kita meragukan kemampuan diri kita? Berapa kali kita gagal hanya gara-gara kita mundur akibat keraguan yang menyelimuti kita? Kalau begitu, siapa yang bertanggung jawab atas kegagalan tersebut? Tak lain adalah kita.

Yakin, Ingin, Mau, Ragu, Tidak, Sungkan, manapun sikap yang akhirnya kita ambil merupakan pilihan kita. Lalu mengapa kita tidak berlatih mulai saat ini untuk memilih HANYA hal-hal baik saja untuk hidup kita?

Ingatlah saat kita kecil! Yakinlah, belajar berjalan, membaca, naik sepeda, berbicara, jauuuh lebih sulit daripada yang kita hadapi sekarang. Cercaan dari orang lain yang meragukan pekerjaanmu, orang-orang yang tidak menghargai kerja kerasmu, kesulitan-kesulitan yang membuatmu ragu, semua hanya sedikit halangan bagimu menuju kesuksesan. Apabila kita menemui halangan-halangan tersebut, yakinlah kesuksesan semakin mendekatimu. Datang atau tidaknya kesuksesan itu kemudian, tergantung dari sikap yang kita PILIH untuk menghadapinya.

Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih untuk bang Aang yang telah menyampaikan hal yang insyaAllah bermanfaat.

^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s