Life Must Go On

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebelumnya aku ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitarku yang telah menjadi lahan belajar bagiku. Orang-orang yang selalu menjadi inspirasiku. Orang tuaku, adikku, teman-teman sekolahku dari TK hingga kuliah, teman-teman bermainku, tetanggaku, dan semua orang yang pernah aku kenal. Terima kasih telah berbagi inspirasi denganku.

Sejak aku kecil hingga sekarang, banyak hal telah aku alami. Dari dibenci hingga dipuja, dari difitnah hingga dibanggakan, dari terkucil hingga dirindukan. Kadang aku merasa sombong dengan semua itu. Menganggap diri lebih tinggi dari yang lain, orang-orang yang tidak pernah merasa apa yang aku rasa.

Namun, sahabatku. Semakin banyak orang yang aku kenal, semakin luas tabir kehidupan yang aku sibak. Hidup tak sesempit hidupku. Barangkali banyak orang yang tidak mengalami kesedihan dan sakit hati yang aku alami, tapi banyak hal pula yang mereka alami tapi aku tidak. Dan semua hal yang kalian alami, membuatku sadar bahwa aku harus terus bangkit. Izinkan aku menuliskan beberapa pelajaran yang aku dapat dari kalian. Semua cobaan yang berhasil kalian lalui berawal dari keyakinan kepada Tuhan.

Pernah ada seorang ibu. Dia berasal dari keluarga sederhana dan tinggal bersama suaminya. Ketika suaminya pergi kerja, ibu itu sering sekali digunjingkan, difitnah, dihina, dicaci-maki. Dia dianggap wanita kampung yang tidak berguna. Ibu itu tidak dendam. Dia pendam sakit hatinya dalam dalam dan bertekad untuk mendidik anaknya dengan baik hingga menjadi orang sukses yang akan mereka banggakan. Kini, tekad itu terwujud. Ibu itu sekarang menjadi orang yang disegani dan dibanggakan di kampungnya.

Ada lagi seorang anak. Ia berasal dari keluarga sederhana. Penghasilan ayahnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekolahpun ia hanya memanfaatkan beasiswa pemerintah. Ia tak peduli bersekolah di sekolah favorit atau tidak, yang penting dapat beasiswa dan sekolahnya tidak putus. Ia yakin suatu saat nanti dapat menjadi orang sukses yang bisa mengangkat ekonomi keluarganya. Berkat ketekunan dan keyakinannya kepada Allah, ia mampu mewujudkan impiannya tanpa mengorbankan sekolahnya.

Ada juga teman-teman kuliahku. Beberapa dari mereka bukan berasal dari SMA jurusan IPA, IPS, atau SMA jurusan akuntansi. Mereka adalah anak-anak lulusan SMK teknik yang menyebrang melewati batas ketidakmungkinan manusia untuk masuk STAN. Mereka berhasil diterima dan tetap bertahan sampai saat ini. Meski berbeda dengan anak-anak lain, mereka tidak minder. Mereka mampu bersaing dengan anak-anak lain dan mendapat nilai yang bagus.

Ada juga adik-adikku di lapak Bambu Pelangi. Mereka, dengan keterbatasan yang mereka miliki, masih mempunyai semangat untuk belajar.

Dari semua yang pernah aku pelajari dari kalian, sahabat-sahabatku, akan sangat sombong jika aku menganggap aku lebih tangguh dari kalian. Banyak hal yang masih saja aku keluhkan. Banyak hal yang aku ragu untuk melakukan.

Tidak seperti kalian. Kalian orang yang kuat. Aku bangga memiliki sahabat seperti kalian. Jujur kawan, aku senang sekali setiap kalian curhat ke aku. Karena dengan cerita kalian aku belajar, dengan cerita kalian aku kuat, dan dengan cerita kalian aku paham bahwa hidup harus terus berjalan, bagaimanapun keadaannya.
Terima kasih, sahabat-sahabatku. Tetaplah jadi inspirasiku dan orang-orang di sekitarku. Bersama kita belajar, bersama kita menguatkan diri kita.
^^

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s