Kompilasi Galau Edisi Semester 2 #Hukum Perdata

Dewi: sayang, meski umurku lebih dari 15th n umurmu lebih dari 18th n diperbolehkan dalam KUHPer untuk menikah, tapi karena kampus belum mengizinkan n kita blm dianggap dewasa (21th) sepertinya kita tunda saja…

Keisya: GILO KAU!!
*stres belajar hukum perdata
ngakakakakakak XD

Abi: meski aku diperbolehkan negara untuk berpoligami,,aku takkan sampai hati membagi cintaku untukmu kepada wanita lain…

Novia: Setelah kau tunaikan kewajiban UU No 1 Tahun 1974 dgnku. . .kau tak hanya punya bezit atas diriku. . .tapi aku sudah menjadi hak milikmu 🙂

Zizi: Mazhab-mazhab yg ada di dunia tdk bsa memuaskan aku
Kecuali satu, mazhab cintamu

Aldila: orang boleh memperdebatkan kedudukan BW. tapi kedudukanmu di hatiku tidak akan pernah kuperdebatkan dan akan selalu sama. 🙂

Viga: kau tak kan bisa ke bezit,karena kau adalah benda tetap di hatiku
#halah

Dewi: kelak jika kita punya anak, jadilah orang tua yg baik, yg memenuhi kewajibannya.. didik dia, pelihara dia, nafkahi dia.. jangan sampai hakim memecat kekuasaan kita sebagai orang tua..

Fazry: Cinta kita berasaskan lex specialis derogate lex generalis, karena cintaku di atas cinta2 lain kukhususkan hanya pada dirimu. #asoygeboy

Dewi: cintaku padamu bukan perikatan di buku III KUHPer, bukan pula hak kebendaan di UUPA.. cintaku padamu bagai ikatan lahir batin yg ingin aku wujudkan sesuai pasal 1 UU no 1/1974
#geje

Ayu: kau telah meruntuhkan teori utilitas dg sangat sempurna.. walaupun TU cinta ku semakin bertambah, namun MU cinta ini tak kan mungkin semakin menurun.. #nimbrung galau PIE!! D:

Abi: ‎@Ayu Kusuma Dewi : stop yu,,jangan mengangkat masalah kegalauan ekonomi lagi sebelum aku mengangkat meja untuk dibanting…
#MasihDendam

Ayu: ‎Abiyoso D’one & Dewi Prabawati Setyaningtyas, jadi gini, kalian nggak menerima kehadiranku yg sedang galau ini ??? fine !!! #balik badan. pergi

Zizi: Ada dua macam domisili. Tapi kau tak perlu repot mencri domisiliku, cukup diam dan dengarkan hatimu, ssghnya aku sllu ad dstu
#lanjooot

Dewi: tak perlu memaksaku tuk mengikuti aturanmu, karena kau telah mengkonkordasi hatiku..

Dewi: mungkin aku sedang tak sehat akal malam ini.. tapi jangan jadikan aku curandus yg kau ajukan ke curatele untuk mendapat seorang curator karena aku tak mau berpisah darimu..

Zizi: Sayang, bagiku kau sprti BW. Walaupun sdh brpuluh2 thn kau ttp dhatiku. Krna aku blm mmpu mngntimu dan aku tdk bsa mngisi kekosongan ‘ini’ tanpamu

Aldila: memang saat ini KUHPer tidak lagi utuh seperti awalnya, namun cintaku akan selalu utuh untukmu. #eaa

Zizi: Bebeb, hatiku ini bagai buku II dan III KUHPer. Mngapa? Krna tertutup dari semua cinta2 lain dan hanya terbuka untk cintamu seorg
#bner deh lbh gmpg ngapal kl gombal gni. lol

Aldila: aku dan kamu seperti hak milik. tidak ada batas waktu. we last forever.

Dewi: jangan anggap aku badan hukum karena aku ingin menjadi subjek cintamu untuk selamanya, bahkan tanpa permohonan ke Kemenhum dan HAM..

Abi: layaknya hukum,,cinta kita tidak dapat didefinisikan secara sempit…

Abi: UU No.1 tahun 1974 pasal 1 adalah satu2nya alasan untuk menikahimu,,sayang…

Novia: Levering cintaku akan lumulai detik ini. . .tapi tenang sayang cinta itu tak akan mengenal verjaring. . .

Dewi: sesuai UU no 1/1974 pasal 1, aku rela menikah dgmu untuk membentuk rumah tangga yg bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa..

Novia: Hayo. . .inget lho sayang. . .PNS wanita itu ga boleh dijadikan istri selain istri satu-satu x. . .

Dewi: iya, mam.. lagian kalau mau nikah aku mesti izin Abiyoso D’one selaku orang tua/waliku.. kan aku belum 21 tahun.. 😛

Novia: Ternyata Subekti tak sehebat aku karena dia belum memahami hukum cintamu layak x aku. . .

Dewi: bahkan Riduan Syahrani tak sehebat Novia Fatma Ratwindayati dalam pergombalan.. 😀

Zizi: Eh tny dong, kewajiban istri apa aja?

Dewi: bab IV KUHPer
aku mempunyai kddukan sama dgmu. mencintaimu, menghormatimu, setia, dan senantiasa membantumu lahir dan batin. aku juga wajib mengurus rumah tangga kita. aku tidak akan melalaikan itu semua karena aku tak mau kau gugat..
😀

Dewi: kelak kita akan menjadi unsur aparatur negara/abdi negara skligus abdi masy shg harus bisa mjd teladan yg baik/panutan bagi masy, baik dlm bertingkah laku, bertindak, n ketaatan pada peraturan perUUan yg berlaku, termasuk dlm kehidupan berkeluarga.
#tanggung jawab besar (tulisannyo)

Fazry: Maaf istriku, satu pengorbanan lagi untuk cintamu yaitu merelakan kecakapanmu sebagai subjek hukum demi cinta kita yang selalu mencandu. #puisimodeon

Dewi: tenang zry, sudah dihapuskan oleh MA th 1963
🙂

Aldila: aku tidak akan membiarkanmu menghapus cintamu untukku seperti MA menghapus pasal2 tertentu dari BW sayang.

Dewi: aku ingin menjadi bezitter sekaligus eigenaarmu..

Dewi: sayang, aku tidak mau kita terlalu banyak pertentangan bagai KUHPer dan KUHD.. T.T

Aldila: maafkan aku roberto, tapi sesuai UU no.1 th 1974, perkawinan tidak dapat dipaksakan. jangan paksa aku. aku telah memilih alberto. #telenovela

Aldila: aku menganut azas monogami sayang. jadi bila kamu ingin menikahiku, ceraikan dulu istrimu!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s