Renungan di Bawah Langit Malam

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillah…

Suatu malam di tempat kosku di Tangerang. Karena tidak ada kegiatan, akhirnya aku duduk-duduk saja di atas genteng tetangga sambil memandang langit malam.

Sepi, tenang, gelap, bahkan semilir angin malam yang menerpa tubuhku tak kurasa dingin. Sungguh suasana yang tenang mendamaikan.

Dalam lamunan sambil memandang langit di atas, aku berfikir. Sebenarnya untuk apa sih Allah menciptakan kita?

Aku ingat, Allah tidak membutuhkan makhluknya. Allah dapat berdiri sendiri dan Dialah yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah juga Mahatahu atas apa yang telah, sedang, bahkan yang akan kita alami.

Allah tak pernah membutuhkan apapun dari kita. Allah punya segalanya. Justru kitalah yang membutuhkan-Nya. Karena tanpa kasih sayang dan rahmat-Nya, kita tak akan merasa bahagia di dunia ini dan di akhirat kelak.

Lalu untuk apa Allah menciptakan kita?

Di bawah langit gelap malam itu, aku merasa sangat kecil. Sesungguhnya kita sangat kecil, tak berguna, tak bermakna. Tak ada yang dapat kita banggakan, bahkan sombongkan pada-Nya.

Tapi diri ini juga tidak pernah berfikir, tiap kali aku mengejek teman, menyombongkan pekerjaanku, aku tak berfikir Allah sedang melihatku dan (mungkin) menertawakanku. Memangnya apa yang aku punya dibandingkan kepunyaan-Nya yang Mahaluas itu?

Astagfirullah.. Sungguh, tak pantas diri ini melebihkan keunggulan sendiri.

Semoga dapat menginspirasi kita untuk tidak berlaku sombong.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

Iklan

3 thoughts on “Renungan di Bawah Langit Malam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s