Tersesat dalam Cinta #2

Cuplikan “Tersesat dalam Cinta #1

Hmm.. Itulah Tyas, selalu menanggapi semua dengan santai. Meski tak ada satupun yang tau tiap kali hatinya gundah merindukannya. Untung saja dia tidak terlalu hanyut terbawa perasaan dan langsung mengalihkan keadaan dengan curhat lewat lantunan ayat Al Quran yang dia baca.

Tyas, orang yang kadang mudah dibaca tapi sering kali susah ditebak. Sepertinya dia begitu berharap banyak pada mas Andi. Namun terkadang dia juga bersikap bertahan dan nrima.

Hmm, jadi ikut-ikutan penasaran nih sama mas Andi. Iseng-iseng, aku amati aja mereka berdua.

Mas Andi ternyata lebih sulit ditebak. Dari pesan singkat (SMS) yang dia kirim ke Tyas, sepertinya mas Andi menaggapi positif. Namun dia juga sering bersikap netral sebagai kakak. Aku agak khawatir juga kalau sampai Tyas patah hati.

Suatu sore, saat aku sedang iseng membuka file-file lamaku, tanpa sengaja aku menemukan tulisan salah seorang kawanku tentang ‘cinta dalam diam’. Tulisan ini berisi bagaimana kita mencintai seseorang dalam pandangan Islam. Nah, waktu lagi asik membaca, Tyas masuk ke kamarku.

“Gi ngapain mbak?”

“Ini, baca tulisan temenku. Apik lho. Baca deh!”

Aku serahkan laptopku ke Tyas.

“Hmmm, ngena banget mbak. Emang bener ya, kita ga boleh mengumbar perasaan kaya gitu. Salah-salah bisa ngundang setan ntar, hehe. Mending kita berharap sama Allah langsung ya. Aku ngopi dong mbak. :),” pendapat Tyas setelah membaca tulisan itu.

Aku kagum banget sama Tyas. Latar belakang kehidupannya ga terlalu baik, tapi dia berusaha untuk jadi orang yang lebih baik. Apalagi semenjak menyukai mas Andi. Malu dong kalau dia suka sama cowok sealim dan sesantun mas Andi tapi sikapnya ga berubah lebih baik. Hehe,

Dua tahun berlalu. Kami mulai memasuki semester empat. Mas Andi udah tingkat tiga dan sebentar lagi lulus. Namun sayangnya masih juga belum ada kejelasan tentang perasaan mereka berdua.

Tyas masih mengagumi dengan diam-diam, sedangkan mas Andi juga lumayan perhatian tapi masih netral.

Tyas mungkin mulai gelisah, ga tahan sama semuanya dan ingin segera ada kejelasan supaya dia tidak terlalu berharap dan tidak terluka terlalu dalam. Maka dari itu, tiap hari dia punya jadwal baru, yaitu mengawasi mas Andi lewat jejaring sosial.

Suatu hari sepulang kuliah, Tyas mencariku. Dengan muka agak sedih tapi (herannya) masih dengan senyum-senyum, dia memperlihatkan hasil pengamatannya selama ini. Hal itu membuktikan kecurigaanya.

 

_____________________________________________bersambung

Iklan

3 thoughts on “Tersesat dalam Cinta #2

  1. bagi pembaca baru, baca yg Tersesat dalam Cinta #1 juga ya..
    silakan beri kritik dan saran lewat komentar..
    (^_^)

    • hehe,
      bukan cerpen lagi kalau kepanjangan… alur cerita sesuai mood penulis..
      insyaAllah bisa diperbaiki..
      thx 4 da comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s