Tersesat dalam Cinta #1

Pada suatu hari tiba-tiba Tyas masuk ke kamarku dengan wajah sumringah. Aku heran juga, sepertinya ada yang lain dari dia.

“Eh mbak, mas Andi ki beda ya sama yang lain. Bikin penasaran. Hehe, :D”, kata Tyas.

“He? Beda gimana e? Hayo…naksir ya sama mas Andi? :)”.

“Ah, mbak Ima ki lho. Kan aku mung bilang, aku penasaran aja. Dia beda sama temen-temennya”.

Hehe, geli juga lihat si Tyas. Cengar-cengir gitu sih. Aku rasa dia memang punya perasaan sama mas Andi. Tapi ya, yang tau pasti cuma dia dan Allah.

Selama seminggu aku, Tyas, dan Putri sibuk nyiapin acara kampus. Hmmm, berhubung masih junior, kami bertiga sibuk disuruh bantu-bantu. Aku perhatiin si Tyas makin deket tu sama mas Andi. Dia sering banget SMS. Jadi perhatian juga sama mas Andi. Belakangan baru dia mau ngaku kalau dia emang suka sama mas Andi.

Sore harinya setelah acara kampus yang bener-bener melelahkan dan menyita waktu itu, Tyas bercerita padaku. Dia tertarik sama mas Andi. Menurut dia sih, mas Andi itu baik, penyayang sama adik-adiknya, alim, santun, lembut, dewasa. Bener-bener tipe pria idaman lah. Hal itu pula yang bikin Tyas tertarik sama mas Andi. Namun, dia minder juga. Aku maklum juga sih. Tyas itu kan orangnya cerewet, supel yang saking supelnya sampai sama cowok juga biasa aja dan tetep akrab, lumayan pinter juga, tapi ya belum bisa sealim dan sesantun mas Andi mungkin. Aku cukup mengenal dia meski kami hanya sebatas teman kos.

Semenjak pengakuannya itu dia sering minta pendapatku. Bagaimana dia harus bersikap, bagaimana biar dia lebih bisa menanggapi ini semua lebih dewasa. Karena dia juga paham kalau mas Andi kemungkinan ga ada rasa sama dia. Selalu saja dia bilang kalau mas Andi menganggap dia seperti adiknya.

Subhanallah, Tyas ga cuma suka aja. Dia bener-bener bisa belajar dari mas Andi. Semakin hari aku lihat dia semakin baik dan teguh. Mas Andi bisa menjadi motivatornya untuk jadi lebih baik.

Namun suatu malam dia bilang,

“Mbak, kok aku minder ya. Mas Andi kayaknya banyak yang suka deh. Orang kaya dia kan jarang banget mbak. Apalagi yang ga tertutup sama cewek gitu. Ya meskipun dia jaga diri banget sih.”

“Kenapa, kamu cemburu sama temennya? Emang mas Andi kalau sama temennya gimana?”

“Ga tau, mbak.”

“Ya udah, jangan berburuk sangka dulu. Toh belum tentu kan mas Andi suka sama salah satu dari mereka?”

“Hehe, iya deh.”

Hmm.. Itulah Tyas, selalu menanggapi semua dengan santai. Meski tak ada satupun yang tau tiap kali hatinya gundah merindukannya. Untung saja dia tidak terlalu hanyut terbawa perasaan dan langsung mengalihkan keadaan dengan curhat lewat lantunan ayat Al Quran yang dia baca.

_______________________________________bersambung

Iklan

2 thoughts on “Tersesat dalam Cinta #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s