DuFan, 25 Februari 2011

terima kasih untuk mas Dian Mustaqim, mas Ridwan Nurfauzi, mas Wahyu Adi, mas Bayu Febriyan, Indrasmara Ilham, Nafik Muiz, dan Nurma Sabila yang telah memberi kebahagiaan kepadaku hari ini..

Hari ini sebenarnya belum libur. Masih ada UAS bahasa Inggris, mata kuliah terakhir yang diujikan di semester ini. Selesai ujian hari ini, rencananya kami berdelapan mau pergi ke DuFan. Mumpung promo, hehe.

Baru satu jam saya sudah menyelesaikan ujian. Sebenarnya saya mau langsung pulang saja karena mau pergi dan saya juga belum sarapan. Tapi salah seorang teman saya mengingatkan bahwa ini hari terakhir ujian dan habis ini belum tentu bisa ketemu lagi. Jadi saya memutuskan untuk tinggal dan menunggu teman-teman yang belum selesai. Lagipula sebagai pengurus kelas, saya mesti membantu menyelesaikan urusan buku pinjaman. Meski begitu, setelah urusan buku selesai, saya terpaksa meninggalkan teman-teman yang masih  berkumpul di gedung J. Takut kalau kakak-kakak dan kawan-kawan yang mau pergi terlalu lama menunggu saya.

Sebenarnya saya bimbang juga. Bapak hari ini ada kunjungan kerja di daerah Cempaka Putih. Pengen ketemu, tapi jauh dan tidak tau daerahnya di mana. Akhirnya ya ikut main, ga enak juga sama yang ngajakin.

Sampai di kos, ternyata celana yang mau saya pakai, yang baru kemarin saya cuci belum kering. Jadilah saya pakai celana yang satu lagi. Tanpa makan dulu, saya langsung berangkat ke PNS. Kami bertujuh (waktu itu Nurma belum datang) kemudian menuju gerbang kampus untuk berangkat ke Blok M (dengan sedikit insiden pada lantai kamar kakak tingkat).

Sampai di Blok M sudah mendekati waktu salat Jumat. Sambil menunggu yang lain salat, saya dan Nurma makan. Selesai salat, kami berdelapan berangkat dengan naik bus Transjakarta (inget pesan dosen bahasa Indonesia nih).

Sampai di DuFan saya, mas Dian, dan mas Ridwan ‘manut-manut’ saja. Maklum, kami bertiga belum pernah ke DuFan, hehe. Akhirnya kami memutuskan untuk naik wahana Halilintar terlebih dahulu. Kesan: mantab 😀

Karena sudah masuk waktu Asar, kami salat dahulu. Kemudian perjalanan kami lanjutkan ke wahana Kora-kora. Kesan: asyik buanget. Mpe melayang, hehe. Sayang sekali mas Wahyu tidak mau ikutan naik wahana tersebut.

Lanjut ke Hysteria. Kesan: tertipu omongan Ilham dan Nurma. Kurang mantab, tapi lautnya bagus (dah lama ga liat laut masalahnya).

Gara-gara mas Wahyu tetep ga mau ikutan naik wahana-wahana ngeri, kami berdelapan memutuskan untuk ke Istana Boneka. Jadi inget bapak. Dulu waktu saya masih kecil, bapak menunjukkan foto-foto saat dia ke Istana Boneka. Saya pun kepingin ke Istana Boneka. Alhamdulillah keinginan itu terwujud, meski saya sudah terlanjur gede, hehe.

Masih ingin naik wahana seru lainnya, selesai dari IstanBon kami berdelapan menuju wahana Tornado. Kesan: juara. Bikin ketagihan, hehe.

Setelah salat Magrib (yang bikin agak sedih karena saya dan Nurma harus salat jamaah sendiri karena suara imamnya ga kedengeran), kami menuruti keinginan Nurma, mas Ridwan, dan mas Bayu untuk naik wahana arung jeram. Kesan: sial, basah semua. Apalagi mas Ridwan, parah banget.

Masih pengen seneng-seneng sebelum DuFan tutup, kami naik Halilintar lagi. Kali ini lebih tanpa antri dan kecepatannya lebih tinggi. Seru banget, sampai dua putaran.

Pukul 8.00 kami pulang. Eh, di perjalanan malah bingung mau turun di mana dan mau pulang naik apa setelah bus Transjakarta. Akhirnya kami turun di Senen. Karena bingung, mas Dian, mas Ridwan, dan salah seorang teman (kakak tingkat sepertinya) harus mencari kendaraan yang bisa mengantar kami pulang. Lama sekali kami menunggu, hingga bapak tak henti SMS mengkhawatirkan anak perempuan satu-satunya ini.

Akhirnya kami dapat kendaraan pulang. Dalam perjalanan bapak terus tanya apakah saya sudah sampai tempat kos dan bilang kalau bapak tidak akan tidur sebelum saya sampai kos dengan selamat. Dan sampai daerah dekat kos, saya bilang kalau sudah sampai.

Kami makan dulu, tapi cuma beberapa orang. Sambill menunggu pesanan siap, kami mengobrol, melihat hasil jepretan kamera Ilham, dan menghitung utang-utang selama di DuFan, hehe.

Selesai makan, kami pulang ke kos masing-masing,. Kecuali Nurma, dia menginap di kos saya. Dan pagi harinya, dia terlambat rapat karena amat sangat sulit sekali untuk saya bangunkan. Huhuhu..

Overall, saya senang. Terima kasih,

(^_^)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s