Cita-Cita Kecil #2

…..CITA-CITA KECIL #1

karena rasa cintanya yang besar pada mata pelajaran tersebut, ia bercita-cita menjadi seorang guru matematika..

masih ingat kan sama anak kecil yang sangat terobsesi pada pelajaran matematika dan guru? ini dia lanjutan ceritanya..

 

di tempat pembinaan dia memdapat banyak teman dari berbagai daerah dari DIY, Jateng, dan Jatim.. mereka bahkan sudah seperti teman sekolah saja.. itu karena saking lamanya masa pembinaan..

anak itu menjalani pembinaan dengan gembira.. tak peduli dia termasuk yang kemampuannya rendah, dia tetap santai.. yang ada di pikirannya hanya dia dapat mendalami matematika dan tau materi-materi matematika yang tidak diajarkan di sekolah..

di sekolah pun ia amat suka matematika.. hingga saat ujian nasional SMP, ia lulus dengan nilai 100 di pelajaran matematika..

akhirnya tiba saatnya bagi anak ini untuk masuk SMA.. karena ia anak tertua di keluarganya, orang tuanya berharap ia bisa lulus lebih cepat sehingga dapat segera melanjutkan kuliah untuk kemudian bekerja..

untuk memenuhi harapan orang tua, dan karena ia juga tertarik, dia mendaftar ke sebuah SMA favorit di kabupatennya dan memilih program akselerasi..

alhamdulillah, ia diterima dengan peringkat pertama..

ternyata di kelas akselerasi tak seberat yang  ia bayangkan.. kawan-kawan yang bersahabat dan pintar-pintar membuat ia semangat tiap kali sekolah.. guru-guru yang mengajar di kelas akselerasi juga menyenangkan..

selama 2 tahun di SMA, ia mendapat banyak pengalaman berharga.. ia belajar bagaimana sulitnya hidup, bagaimana ia harus bersikap sebagai seorang kakak yang pantas dicontoh adiknya, dan bagaimana orang-orang menjalani kisah cinta..

ia masih tetap unggul di matematika, tak usah diceritakan lagi.. ia masih berkeinginan untuk menjadi guru matematika, juga cukuplah dulu.. dia masih ikut olimpiade matematika dan tetap mentok di juara 1 kabupaten, juga tak perlu diceritakan lagi..

di masa SMA inilah (mungkin) awal mula tikungan dan tanjakan yang akan mengubah hidupnya..

ia masih tetap ia yang dulu.. akrab dengan teman-teman.. agak cuek, tomboy, santai, ceria, kadang seenaknya sendiri juga.. sampai saat ia pacaran sama kakak kelasnya..

awal-awal pacaran sih, teman-temannya bilang ia makin anteng.. udah ga seenaknya sendiri, tomboynya agak berkurang, terkendali lah pokoknya..

tapi, kawan.. kasian juga ia.. gara-gara pacaran itulah ia terjebak ke hal-hal yang tidak baik.. sayang sekali, padahal kalau mau, pacarnya bisa membimbing ia untuk lebih baik lagi.. apalagi orang tuanya juga tidak terlalu menyukai pacarnya.. sungguh suatu keputusan yang salah kalau kau menentang orang tua..

setelah lulus SMA, mereka masih bersama.. bahkan diterima di kelas yang sama di suatu universitas negeri.. dari sinilah Allah mulai mengingatkan ia..

universitas tersebut mewajibkan bagi maba miba untuk mengikuti ESQ.. kegiatan ini ia ikuti dengan semangat.. ia memang mulai merasa tidak nyaman dan ingin terlepas dari belenggu pacarnya itu.. dari ESQ itu pula ia mulai memupuk imannya sedikit demi sedikit.. ia pun berdoa kepada Allah agar dapat dipisahkan secara baik-baik kalau memang itu baik bagi dirinya..

Allah pun menjawab doanya.. ia diterima di sekolah harapan orang tuanya.. meski dengan begitu ia tidak dapat meneruskan cita-citanya untuk dapat menjadi guru matematika, ia tetap berbahagia untuk orang tuanya..

ia berpisah dengan pacarnya dengan baik-baik.. sudah cukup ia belajar dari yang buruk.. sekarang, ia mulai kehidupannya yang baru dengan lebih ringan.. ia mulai berjilbab, lebih rajin ibadah.. ia harap usahanya tersebut mampu menghapus berjuta kesalahan yang pernah ia perbuat..

ia ingin menjadi orang yang lebih baik, menjadi orang yang bermanfaat dan dicintai banyak orang.. ia selalu memotivasi dirinya dengan kalimat, “wanita yang baik untuk pria yang baik”.. itulah yang mendorong ia untuk terus berlaku baik.. ia tak pernah ingin kembali dan jatuh di lubang yang sama.. saat ini, hidupnya adalah untuk keluarga, sahabat, saudara, dan perbaikan kehidupannya.. dan taukah engkau, kawan? ia jauh lebih bahagia sekarang.. sebab cinta yang ia harapkan telah ia raih, yaitu cinta Allah dalam bentuk iman, dan cinta orang-orang di sekitarnya..

ketika ada yang bertanya bagaimana dengan cita-citanya, sambil tersenyum ia menjawab:

“cita-citaku yang pertama adalah membahagiakan orang tuaku, kemudian memperbaiki diriku, dan tak pernah berhenti berharap bahwa aku akan melanjutkan studi di bidang matematika lagi.”

(^_^)

jangan siksa dirimu dengan hal-hal yang tidak membuatmu bahagia.

jangan halangi kebaikan yang muncul dari dalam dirimu, meski hanya kecil.. biarkanlah kebaikan itu tumbuh..

jangan berhenti berharap, harapan adalah penggerak kehidupan kita..

Iklan

2 thoughts on “Cita-Cita Kecil #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s